Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Fluktuasi Nilai Tukar, Inflasi dan Suku Bunga Terhadap Pendapatan di Indonesia Safrida Jayanti; Fauzi Fauzi; Azhar Apriandi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.8043

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fluktuasi nilai tukar, inflasi, dan suku bunga di Indonesia selama periode 2018–2024 yang diduga memengaruhi pendapatan nasional. Dalam periode tersebut, perekonomian Indonesia mengalami dinamika yang cukup signifikan, terutama akibat dampak pandemi Covid-19 serta proses pemulihan ekonomi setelahnya. Meskipun beberapa indikator ekonomi menunjukkan perbaikan, hubungan antara variabel makroekonomi tersebut terhadap pendapatan nasional masih belum konsisten. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh nilai tukar, inflasi, dan suku bunga terhadap pendapatan nasional di Indonesia, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Indonesia (BI) dengan metode analisis regresi linier berganda. Pengujian hipotesis dilakukan menggunakan Uji t untuk mengetahui pengaruh parsial masing-masing variabel independen dan Uji F untuk menguji pengaruh simultan, dengan tingkat signifikansi sebesar 5% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial nilai tukar tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan nasional dengan nilai signifikansi sebesar 0,926 > 0,05. Inflasi juga tidak berpengaruh signifikan dengan nilai signifikansi sebesar 0,444 > 0,05, dan suku bunga tidak berpengaruh signifikan dengan nilai signifikansi sebesar 0,604 > 0,05. Secara simultan, ketiga variabel tersebut juga tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan nasional dengan nilai signifikansi sebesar 0,708 > 0,05. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,334 menunjukkan bahwa 33,4% variasi pendapatan nasional dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut, sedangkan 66,6% dipengaruhi oleh variabel lain di luar model penelitian.