Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh ISO 14001, Biaya Lingkungan dan Emisi Karbon Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Siti Rohmatul Cahyati
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.8052

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sertifikasi ISO 14001, biaya lingkungan, dan emisi karbon terhadap kinerja keuangan perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2022–2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif kausal serta metode analisis regresi data panel. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan dan laporan keberlanjutan perusahaan, dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling sehingga diperoleh 25 perusahaan dengan total 75 observasi. Analisis data dilakukan menggunakan Fixed Effect Model (FEM) setelah melalui serangkaian uji pemilihan model dan uji asumsi klasik, seperti uji normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi untuk memastikan model yang digunakan telah memenuhi kriteria BLUE (Best Linear Unbiased Estimator). Selain itu, dilakukan pula uji signifikansi parsial (uji t) dan simultan (uji F) untuk menguji hipotesis penelitian secara lebih komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sertifikasi ISO 14001 tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan, sedangkan biaya lingkungan dan emisi karbon berpengaruh signifikan dengan arah negatif terhadap kinerja keuangan. Hal ini mengindikasikan bahwa peningkatan pengeluaran lingkungan dan tingkat pengungkapan emisi karbon cenderung menekan profitabilitas perusahaan dalam jangka pendek karena adanya tambahan beban operasional yang cukup besar. Secara keseluruhan, praktik lingkungan belum sepenuhnya tercermin dalam kinerja keuangan selama periode penelitian, sehingga manfaatnya lebih bersifat jangka panjang, non-keuangan, serta dipengaruhi oleh karakteristik perusahaan, regulasi pemerintah, dan tingkat kesadaran pemangku kepentingan terhadap isu keberlanjutan.