Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Durasi dan Frekuensi Penggunaan TikTok dengan Konsentrasi Belajar Mahasiswa Generasi Z Selviana Marten; Dinda Salsabila Abdi; Aisyah Malika Nor Sarabiti
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.8159

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara durasi dan frekuensi penggunaan TikTok dengan konsentrasi belajar mahasiswa Generasi Z. Peningkatan signifikan penggunaan TikTok sebagai platform video singkat menjadikan mahasiswa sebagai salah satu pengguna terbesar. Dalam konteks pendidikan tinggi, intensitas penggunaan media sosial berpotensi memengaruhi proses kognitif, terutama konsentrasi selama kegiatan akademik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional terhadap 152 mahasiswa Generasi Z pengguna aktif TikTok. Sampel dipilih melalui teknik purposive sampling sesuai kriteria penelitian. Data dikumpulkan menggunakan angket daring berbasis skala Likert 1–5 untuk mengukur durasi dan frekuensi penggunaan TikTok serta tingkat konsentrasi belajar. Analisis data dilakukan menggunakan SPSS 27 melalui uji validitas, reliabilitas, normalitas, linearitas, dan korelasi Pearson Product Moment. Hasil menunjukkan bahwa seluruh instrumen valid dan reliabel serta data berdistribusi normal. Uji linearitas mengindikasikan bahwa durasi penggunaan TikTok memiliki hubungan linear dengan konsentrasi belajar, sedangkan frekuensi penggunaan tidak sepenuhnya memenuhi asumsi linearitas. Hasil uji korelasi menunjukkan adanya hubungan negatif dan signifikan antara durasi penggunaan TikTok dengan konsentrasi belajar (r = -0,179; p < 0,05), serta antara frekuensi penggunaan TikTok dengan konsentrasi belajar (r = -0,143; p < 0,05), meskipun keduanya memiliki kekuatan hubungan yang lemah. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan durasi dan frekuensi penggunaan TikTok cenderung menurunkan konsentrasi belajar mahasiswa. Penelitian ini berkontribusi dalam memahami dampak media sosial terhadap aspek kognitif serta menjadi dasar pengembangan strategi pengelolaan penggunaan digital secara lebih bijak dalam mendukung proses pembelajaran.