Pandoyo
Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI, Jakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Ekstensifikasi, Intensifikasi, dan Modernisasi Administrasi Perpajakan Terhadap Tingkat Efektivitas Penerimaan Pajak di KPP Pratama Tenggarong Stanly Harimisa; Pandoyo
Jurnal Pajak Vokasi (JUPASI) Vol. 7 No. 1: September 2025
Publisher : Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ekstensifikasi pajak, intensifikasi pajak, dan modernisasi administrasi perpajakan terhadap tingkat efektivitas penerimaan pajak di KPP Pratama Tenggarong. Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya penerimaan pajak sebagai sumber utama pendanaan pembangunan di Indonesia, yang dihadapkan pada berbagai tantangan, seperti rendahnya kepatuhan wajib pajak, kurangnya sosialisasi, dan sistem administrasi perpajakan yang belum optimal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode sensus, di mana populasi penelitian adalah seluruh pegawai yang terlibat dalam operasional perpajakan di KPP Pratama Tenggarong. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Teknik analisis data menggunakan Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) untuk menguji hubungan antara variabel-variabel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstensifikasi pajak berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat efektivitas penerimaan pajak. Upaya memperluas basis pajak melalui pendaftaran wajib pajak baru terbukti meningkatkan potensi penerimaan pajak secara signifikan. Intensifikasi pajak memberikan kontribusi paling dominan terhadap efektivitas penerimaan pajak. Implementasi teknologi informasi, seperti e-filing, e-billing, dan sistem administrasi berbasis digital, memberikan kemudahan bagi wajib pajak sekaligus meningkatkan efisiensi pengelolaan administrasi perpajakan. Hasil penelitian juga mengungkapkan bahwa kombinasi ekstensifikasi, intensifikasi, dan modernisasi administrasi perpajakan secara bersama-sama memberikan pengaruh signifikan terhadap efektivitas penerimaan pajak. Sinergi ketiga strategi ini memungkinkan pencapaian yang lebih optimal dalam pengelolaan perpajakan. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memberikan rekomendasi strategis bagi KPP Pratama Tenggarong untuk terus memperkuat ekstensifikasi, intensifikasi, dan modernisasi administrasi perpajakan, guna meningkatkan efektivitas penerimaan pajak dan mendukung pembangunan nasional.
Pengaruh Disiplin Kerja, Kompetensi Pegawai dan Fasilitas Kerja Terhadap Kualitas Pelayanan Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil di Kelurahan Makasar Kota Administrasi Jakarta Timur Devis Aprisal; Pandoyo
Reformasi Administrasi Vol. 12 No. 2: September 2025
Publisher : Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu upaya yang harus dilakukan dalam perbaikan pelayanan publik adalah melakukan survei kepuasan masyarakat kepada pengguna layanan dengan mengukur kepuasan masyarakat pengguna layanan. Mengingat unit layanan publik sangat beragam, untuk memperoleh Indeks Kepuasan Masyarakat diperlukan metode survei yang seragam sebagaimana yang telah diatur dalam Peraturan Menpan RB Nomor 14 Tahun 2017 tentang Pedoman Penyusunan Survei Kepuasan Masyarakat Unit Penyelenggara Pelayanan Publik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh disiplin kerja, kompetensi pegawai dan fasilitas kerja secara bersama-sama terhadap Kualitas Pelayanan Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil di Kelurahan Makasar Kota Administrasi Jakarta Timur. Populasi dan sampel dalam penelitian ini mengikut sertakan semua masyarakat yang pernah mendapatkan pelayanan di Kantor Kelurahan Makasar pada triwulan IV yang jumlah seluruhnya 52 orang. Berdasarkan hasil pengolahan data menggunakan program statistik SPSS ver. 25.0, terbukti variabel disiplin kerja (X1), kompetensi pegawai (X2) dan fasilitas kerja (X3) secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas pelayanan (Y). Hasil uji yang ditunjukkan dengan nilai F hitung adalah 92,781 dan tingkat signifikansi 0,00 sementara nilai F tabel sebesar 2,80. Karena nilai F hitung (92,781) lebih besar dari F tabel (2,80) dan tingkat signifikansi 0,00 lebih kecil dari probabilitas signifikansi α =0,05, maka H0 ditolak dan H1 diterima, sehingga dapat dikatakan bahwa disiplin kerja, kompetensi pegawai dan fasilitas kerja secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas pelayanan dan persentase pengaruh variabel disiplin kerja, kompetensi pegawai dan fasilitas kerja terhadap kualitas pelayanan adalah sebesar 85,3% dan sisanya sebesar 14,7% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan kedalam model.
Pengaruh Kompetensi Pegawai, Sarana Prasarana dan Koordinasi Terhadap Kinerja Pegawai di Badan Pengelolaan Aset Daerah Provinsi DKI Jakarta Yuli Yanti; Pandoyo
Reformasi Administrasi Vol. 12 No. 2: September 2025
Publisher : Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan observasi awal, permasalahan kinerja pegawai di Badan Pengelolaan Aset Daerah (BPAD) Provinsi DKI Jakarta terutama terkait dengan pengelolaan dan pengamanan aset daerah. Dengan kata lain, permasalahan kinerja SKPD yang belum mencapai standar yang ditetapkan berkaitan dengan permasalahan Kepuasan Kerja Pegawai. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mengevaluasi pengaruh kompetensi pegawai, sarana prasarana dan koordinasi secara bersama-sama terhadap kinerja pegawai di Badan Pengelolaan Aset Daerah Provinsi DKI Jakarta. Populasi dan sampel dalam penelitian berjumlah 63 orang yang merupakan Pegawai Badan Pengelolaan Aset Daerah Provinsi DKI Jakarta. Berdasarkan hasil pengolahan data menggunakan program statistik SPSS ver. 25.0, terbukti variabel kompetensi (X1), sarana prasarana (X2) dan koordinasi (X3) secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (Y). Hasil uji yang ditunjukkan dengan nilai F hitung adalah 39,988 dan tingkat signifikansi 0,00 sementara nilai F tabel sebesar 2,67. Karena nilai F hitung (229,576) lebih besar dari F tabel (2,77) dan tingkat signifikansi 0,00 lebih kecil dari probabilitas signifikansi α =0,05, maka H0 ditolak dan H1 diterima, sehingga dapat dikatakan bahwa kompetensi, sarana prasarana dan koordinasi secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai dan persentase pengaruh variabel kompetensi pegawai, sarana prasarana, koordinasi terhadap kinerja pegawai adalah sebesar 92,1% dan sisanya sebesar 7,9% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan kedalam model.