Claudius Tri Putra Sada Enci
Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Komunikasi dalam Membangun Hubungan Guru dan Murid pada Pembelajaran di SMKS YPK 1 Pariwisata Biak Claudius Tri Putra Sada Enci; Muh. Ridwan Yunus
Copi Susu: Jurnal Komunikasi, Politik & Sosiologi Vol 5 No 1 (2023): Copi Susu: Jurnal Komunikasi, Politik & Sosiologi
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran komunikasi dalam membangun hubungan antara guru dan murid pada proses pembelajaran di SMKS YPK 1 Pariwisata Biak, Kabupaten Biak Numfor. Hubungan yang harmonis antara guru dan murid menjadi faktor penting dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif dan mendukung pencapaian hasil belajar yang optimal. Namun, fenomena di lapangan menunjukkan bahwa masih terdapat murid yang merasa takut, kurang percaya diri, dan cenderung menutup diri dalam berinteraksi dengan guru. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap kepala sekolah, guru, dan murid, serta observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal dan persuasif yang diterapkan guru berperan signifikan melalui lima indikator utama: (1) Keterbukaan, yaitu guru memberikan ruang bertanya dan merespons pendapat murid; (2) Kesetaraan, yaitu perlakuan adil tanpa memandang latar belakang; (3) Sikap Positif, yaitu keramahan, kesabaran, dan kemampuan mendengarkan; (4) Empati, yaitu kepedulian guru terhadap kesulitan dan kondisi emosional murid; (5) Dukungan, baik secara akademik, emosional, maupun spiritual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi efektif antara guru dan murid menjadi jembatan pembentukan karakter, kedisiplinan, dan motivasi belajar. Guru disarankan untuk terus mengembangkan pendekatan komunikasi yang humanis dan inklusif, sementara murid diharapkan lebih aktif dan percaya diri dalam berinteraksi.