Dinamika sosial digital telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk dalam pembentukan identitas sosial di kalangan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dinamika sosial digital terhadap pembentukan identitas sosial di kalangan remaja di Kampung Babrinbo, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi lapangan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam terhadap tiga informan remaja di Kampung Babrinbo, serta studi dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika sosial digital mempengaruhi pembentukan identitas sosial remaja melalui tiga komponen utama teori identitas sosial dari Tajfel dan Turner, yaitu kategorisasi sosial, identifikasi sosial, dan perbandingan sosial. Remaja di Kampung Babrinbo menggunakan platform media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter, dan YouTube untuk membangun citra diri, mengekspresikan minat dan nilai-nilai mereka, serta mencari validasi dari teman sebaya. Sekolah dan media berperan ganda dalam proses ini, di satu sisi sebagai sarana sosialisasi positif, namun di sisi lain dapat memperkuat stereotip dan perbandingan sosial yang tidak sehat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dinamika sosial digital telah berperan maksimal dalam pembentukan identitas sosial remaja di Kampung Babrinbo, namun diperlukan pendampingan dari orang tua dan pendidik agar remaja dapat mengembangkan identitas sosial yang sehat dan positif.