Rosye Evellyn Pattipeilohy
Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran OBS Studio dalam Menyebarkan Informasi Ibadah Kristen di Jemaat Gki Marthen Luther Mandala Rosye Evellyn Pattipeilohy; Muh. Ridwan Yunus
Copi Susu: Jurnal Komunikasi, Politik & Sosiologi Vol 8 No 1 (2026): Copi Susu: Jurnal Komunikasi, Politik & Sosiologi
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membuka peluang baru bagi gereja untuk menjangkau jemaat melalui media online, salah satunya melalui OBS Studio (Open Broadcaster Software). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran OBS Studio dalam menyebarkan informasi ibadah Kristen di Jemaat GKI Marthen Luther Mandala, Biak Numfor. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam terhadap 10 informan (ketua jemaat, wakil ketua, tata usaha, pendamping operator, operator OBS Studio, pengelola media sosial, serta jemaat), dan studi kepustakaan. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan teori fungsi komunikasi massa dari Bungin yang mencakup empat indikator: fungsi pengawasan, pembelajaran sosial, penyampaian informasi, dan transformasi budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa OBS Studio berperan signifikan dalam keempat fungsi tersebut. Fungsi pengawasan terlihat dari kemampuan pimpinan gereja mengevaluasi jalannya ibadah melalui rekaman. Fungsi pembelajaran sosial tercermin dari peningkatan keterampilan operator dan keaktifan jemaat dalam mengikuti ibadah daring. Fungsi penyampaian informasi diwujudkan melalui siaran langsung ibadah yang menjangkau jemaat di luar kota. Fungsi transformasi budaya tampak dari perubahan pola ibadah jemaat yang semakin digital. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa OBS Studio telah menjadi solusi inovatif dalam pelayanan ibadah digital yang mendukung efektivitas komunikasi gereja di era teknologi. Disarankan agar gereja terus mengembangkan fasilitas dan sumber daya manusia dalam pelayanan media digital.