Panji Hendrarso
Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI, Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Kualitas Sistem, Kompetensi, dan Motivasi Terhadap Kepuasan Pengguna Pada Sistem Informasi Manajemen Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial di Provinsi Jawa Tengah Nur Musangadah; Panji Hendrarso
Abiwara : Jurnal Vokasi Administrasi Bisnis Vol. 7 No. 1: September 2025
Publisher : Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia menjalankan program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS). Program ini mempunyai visi untuk menciptakan masyarakat sejahtera melalui TPBIS dan secara khusus program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas perpustakaan, meningkatkan penggunaan layanan, dan membangun komitmen dan dukungan stakeholder untuk keberlanjutan pengembangan perpustakaan. Untuk memastikan implementasi program berjalan dengan baik, program ini mengembangkan Sistem Informasi Manajemen (SIM) berbasis online, sebagai alat untuk melakukan monitoring dan evaluasi program. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh kualitas sistem, kompetensi dan motivasi terhadap kepuasan pengguna SIM TPBIS. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data primer yang diperoleh dari penyebaran kuesioner terhadap 78 admin SIM TPBIS di Provinsi Jawa Tengah. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling. Teknik analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas sistem, kompetensi dan motivasi baik secara parsial maupun simultan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pengguna SIM TPBIS. Hal itu dibuktikan dengan nilai t-hitung dan F-hitung yang lebih besar dari nilai kritisnya. Kontribusinya terhadap peningkatan kepuasan pengguna yaitu 49,3% untuk kualitas sistem, 40,1% untuk kompetensi, 49,8% untuk motivasi dan secara simultan ketiga faktor tersebut memberikan kontribusi 58,7%. Perpustakaan Nasional perlu rutin mengevaluasi dan memperbarui SIM TPBIS untuk memastikan kinerja optimal, keamanan data, dan kemudahan penggunaan, serta melibatkan admin dalam memberikan umpan balik. Kompetensi dan motivasi admin dapat ditingkatkan melalui pelatihan relevan, partisipasi aktif dalam pengembangan sistem, dan penghargaan.
Implementasi Kebijakan Sistem Ketahanan Kebakaran Lingkungan Dalam Upaya Pencegahan Kebakaran Dini Pada Kecamatan Cakung Kota Administrasi Jakarta Timur Tri Hadi Wahyono; Panji Hendrarso; Joko S Dwi Harjo
Abiwara : Jurnal Vokasi Administrasi Bisnis Vol. 7 No. 1: September 2025
Publisher : Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In 2023, East Jakarta recorded the highest number of fire incidents in Jakarta, with 594 cases, of which Cakung District accounted for 126. However, the implementation of the Fire Resilience System in Cakung remains suboptimal, as Fire Volunteer Units have only been established in some community units (RW) across four out of the seven sub-districts. This study aims to analyze and evaluate the implementation of the Fire Resilience System Policy in early fire prevention at the Fire and Rescue Sub-Department of East Jakarta Administrative City. A qualitative approach was employed, with data collected through interviews involving seven informants. The findings indicate that the implementation of the Fire Resilience System Policy at the Fire and Rescue Sub-Department of East Jakarta has been effective and has yielded positive results. However, several challenges persist, including limitations in human resources, fire prevention facilities, inter-agency coordination, public awareness, and budget constraints. To address these challenges, efforts have been made to strengthen human resources through continuous training, improve fire prevention facilities, optimize inter-agency coordination, enhance public awareness and participation, utilize technology for monitoring and early warning systems, and increase collaboration with the private sector and non-governmental organizations.