Tujuan: Penelitian ini bertujuan menghasilkan modul ajar topik relasi dan fungsi berbasis pendekatan kontekstual untuk memfasilitasi kemampuan representasi matematis siswa yang memenuhi kriteria valid dan praktis. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan model 4-D, yaitu define, design, development, dan disseminate. Subjek uji coba dalam penelitian ini adalah siswa Kelas IXa dan IXb SMP Negeri 23 Pekanbaru. Jenis data pada penelitian ini adalah data kualitatif dan data kuantitatif. Instrumen yang digunakan adalah lembar validasi modul ajar dan lembar praktikalitas. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini diambil dari hasil wawancara, observasi, dokumentasi, angket validasi, angket praktikalitas. Teknik analisis data pada penelitian ini adalah analisis kevalidan dan analisis kepraktisan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa validasi oleh 3 validator terhadap modul ajar adalah 88,60% dengan kriteria sangat valid, artinya modul ajar layak digunakan, skor LKPD adalah 87,78% dengan kriteria sangat valid artinya LKPD sudah layak diujicobakan, dan skor asesmen adalah 87,73% dengan kriteria sangat valid, artinya asesmen sudah layak diujicobakan kesiswa. Hasil angket respon guru terhadap modul ajar adalah 91,16% dengan kriteria sangat praktis. Uji coba hasil angket respon siswa pada uji coba kecil terhadap LKPD dengan nilai 89,65%, sementara uji coba lapangan terhadap LKPD adalah 89,41% dengan kriteria sangat praktis. Simpulan: Modul ajar yang dikembangkan dapat menjadi alternatif perangkat pembelajaran yang layak digunakan guru untuk memfasilitasi kemampuan representasi matematis siswa pada topik relasi dan fungsi.