Rusda Nita Nelly Manurung
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan As Syifa

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH MEDIA SOSIAL TERHADAP PERKEMBANGAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL MAHASISWA FARMASI STIKES AS SYIFA KISARAN Rusda Nita Nelly Manurung; Yayang Putri Amanda Rizky; Zaskia Anggun Khairunisa
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i1.709

Abstract

Media sosial sebagai sarana untuk berkomunikasi antar manusia dipenjuru dunia, dengan media sosial memungkinkan mereka untuk dengan mudah berbagi informasi, mengakses file, gambar, dan video, mengirim pesan, dan melakukan percakapan secara langsung, hal ini memungkinkan komunikasi yang mudah dan efektif. Studi menunjukkan bahwa media sosial mendukung kegiatan pendidikan dengan memfasilitasi interaksi, kolaborasi, partisipasi aktif, berbagi sumber daya dan berpikir kritis. Penelitian ini menganalisis pengaruh media sosial terhadap perkembangan komunikasi mahasiswa Farmasi STIKes As Syifa Kisaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel kolaborasi dan berbagi materi melalui media sosial memiliki korelasi positif dengan prestasi akademik. Temuan ini mengindikasikan bahwa media sosial tidak hanya mengubah cara mahasiswa berkomunikasi, tetapi juga memfasilitasi pembelajaran aktif, berbagi pengetahuan, dan meningkatkan kemampuan kolaborasi.
Investigasi takarir digital pada pola-pola linguistik dan perspektif mahasiswa Esra Perangin-angin; Ernawati Br Surbakti; Sri Dinanta Beru Ginting; Rusda Nita Nelly Manurung
Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 9 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/diglosia.v9i1.1589

Abstract

This study examines semantic errors in the use of the Indonesian word acuh, which is frequently misinterpreted as “not to care.” The focus of the research is on captions posted by the Instagram account Tribun Medan Daily. The objective of the study is to describe the forms of these semantic inaccuracies and to analyze public perceptions of the word’s meaning. The research employs a descriptive qualitative approach. Data were collected from Instagram captions and a closed-ended questionnaire administered to students of Universitas Prima Indonesia. Data analysis followed the interactive model proposed by Miles, Huberman, and Saldaña. The findings indicate that 61.5% of respondents interpreted the word acuh as “not to care,” which contradicts its official definition in the Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).The discrepancy in lexical meaning, as observed in the word acuh, along with morphophonemic inaccuracies such as the use of nonstandard forms, does not merely reflect individual linguistic errors; rather, it constitutes a systemic phenomenon that can be explained through multiple linguistic frameworks, including structural, generative, functional, and cognitive perspectives.