Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Potret Kehidupan Sosial Masyarakat Pedesaan Dalam Novel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari Devi Ayu Rizkiyanda; Isnaini Habibatuzzahra; Nailur Rosyidah; Mohammad Kanzunnudin
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.14446

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan potret kehidupan sosial masyarakat pedesaan yang tercermin dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dan pendekatan sosiologi sastra, penelitian ini menganalisis kondisi sosial, nilai budaya, serta kritik sosial yang direpresentasikan melalui tokoh dan peristiwa dalam novel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Dukuh Paruk hidup dalam kemiskinan struktural, keterbatasan pendidikan, serta ketergantungan kuat pada tradisi lokal, terutama tradisi ronggeng sebagai simbol budaya sekaligus praktik sosial yang memuat eksploitasi perempuan. Struktur sosial masyarakat yang hierarkis dan patriarkal membentuk relasi kuasa yang timpang antara laki-laki dan perempuan. Selain itu, peristiwa politik nasional seperti G30S turut membawa dampak signifikan terhadap kehidupan sosial masyarakat desa. Ahmad Tohari melalui narasinya menampilkan kritik sosial terhadap kemiskinan, subordinasi perempuan, dan benturan antara tradisi serta modernitas. Dengan demikian, novel ini tidak hanya menyajikan realitas sosial pedesaan, tetapi juga menghadirkan refleksi kritis terhadap kondisi sosial-budaya Indonesia.
Analisis Semantik Antologi Puisi Penyair Tanpa Bait Karya Ahmad Zayn Dea Sholihatun Ni'mah; Devanda Rizky Novianti; Isnaini Habibatuzzahra; Muhammad Yusron Yusuf; Muhammad Nur Ashin
BLAZE : Jurnal Bahasa dan Sastra dalam Pendidikan Linguistik dan Pengembangan Vol. 3 No. 4 (2025): November: BLAZE : Jurnal Bahasa dan Sastra dalam Pendidikan Linguistik dan Peng
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/blaze.v3i4.3569

Abstract

This study examines the semantic aspects of the poetry anthology Penyair Tanpa Bait by Ahmad Zayn, a contemporary poetic work characterized by free structure and the absence of conventional stanzas. The background of this research is rooted in the need to understand how meaning is constructed in modern poetry that departs from traditional poetic forms. The objective of this study is to describe and analyze lexical, grammatical, and referential meanings contained in the poems in order to reveal their overall semantic structure. This research employs a qualitative descriptive method with a semantic analysis approach. The data consist of words, phrases, and poetic lines selected from the anthology, which are analyzed through stages of data identification, classification, and interpretation of meaning. The findings indicate that the poems predominantly utilize lexical meanings as the foundation of interpretation, while grammatical structures and referential meanings function to strengthen symbolic and contextual meanings. The absence of stanza divisions encourages a continuous flow of meaning that emphasizes semantic cohesion rather than formal structure. The implications of this study contribute to the field of linguistic and literary studies by enriching semantic analysis of contemporary Indonesian poetry and providing a framework for interpreting non-conventional poetic texts.