This Author published in this journals
All Journal PESHUM
Andani Nabil Arrasyid
Universitas Muria Kudus

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kendang Dalam Perspektif Estetika Dasar Dalam Pembelajaran Seni Budaya Di Sd 1 Barongan Kudus Andani Nabil Arrasyid; Wasis Wijayanto
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.14606

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kendang dalam perspektif estetika dasar pada pembelajaran Seni Budaya di SD 1 Barongan Kudus. Kendang tidak hanya dipahami sebagai alat musik tradisional yang berfungsi mengatur irama dan tempo dalam karawitan, tetapi juga sebagai media pembelajaran yang mengandung nilai-nilai estetika dasar, meliputi aspek visual, auditif, dan kinestetik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian guru Seni Budaya dan peserta didik yang terlibat langsung dalam proses pembelajaran. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendang telah diimplementasikan secara aktif dalam pembelajaran Seni Budaya melalui kegiatan praktik karawitan, baik pada jam pelajaran maupun kegiatan ekstrakurikuler. Kendang mengandung nilai estetika dasar yang dapat diamati melalui keindahan bentuk, variasi bunyi, serta keindahan gerak dalam aktivitas menabuh. Namun demikian, pemahaman peserta didik terhadap nilai estetika dasar kendang masih cenderung terbatas pada aspek teknis, sementara penghayatan estetis dan makna budaya belum sepenuhnya berkembang. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan pembelajaran yang lebih reflektif agar kendang dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai media pembelajaran estetika berbasis kearifan lokal.