Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Sosial Media dalam Promosi Usaha Mikro pada Akun Tiktok @kudareog Farhan Arviyanto; Natalina Nilamsari; Eko Nugroho
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.15658

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi usaha mikro dengan keterbatasan anggaran pemasaran. Salah satu platform yang banyak dimanfaatkan adalah TikTok karena kemampuannya menjangkau audiens secara luas melalui konten video pendek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi media sosial akun TikTok @kudareog dalam mempromosikan produk usaha mikro dengan mengacu pada elemen promotion mix dalam media digital serta konsep Social Media Marketing Theory (SSMMT). Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivis dengan jenis penelitian kualitatif dan pendekatan studi kasus. Metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi terhadap konten TikTok, serta dokumentasi aktivitas pemasaran digital yang dilakukan oleh akun @kudareog. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi promosi yang diterapkan berfokus pada pemanfaatan konten edukatif sebagai sarana utama untuk membangun kredibilitas dan meningkatkan brand awareness secara organik tanpa menggunakan iklan berbayar. Selain itu, integrasi lintas platform antara TikTok dan Shopee dimanfaatkan secara optimal sebagai media komunikasi pemasaran dan saluran transaksi. Penelitian ini juga menemukan bahwa audiens pasif memiliki peran penting dalam memengaruhi keputusan pembelian melalui ulasan pada marketplace meskipun tidak aktif berinteraksi di media sosial. Temuan ini menegaskan bahwa efektivitas promosi digital UMKM sangat dipengaruhi oleh konsistensi komunikasi dan kemampuan menjaga hubungan jangka panjang dengan audiens.
Strukturasi Adaptif Dalam Penggunaan Media Digital Prosedur Klaim: Studi Kasus Hambatan Komunikasi Instruksional Asuransi Aset Tetap Pada Perum Bulog Gadis Indah Haryanti; Eko Nugroho; Yunita Sari
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 9 (2026): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v5i9.8098

Abstract

Penelitian ini mengkaji strukturasi adaptif dalam penggunaan media digital pada prosedur klaim asuransi aset tetap di Perum Bulog, dengan fokus pada tiga aspek: pembentukan pola komunikasi instruksional, hambatan komunikasi yang muncul, serta respons aktor organisasi terhadap struktur teknologi yang diadopsi. Penelitian menggunakan paradigma konstruktivis-interpretatif dengan pendekatan kualitatif deskriptif dan metode studi kasus tunggal holistik. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi non-partisipatif, dan dokumentasi terhadap tujuh informan yang terlibat langsung dalam prosedur klaim di Kantor Pusat, Kantor Wilayah, dan Kantor Cabang Perum Bulog, kemudian dianalisis menggunakan kerangka Adaptive Structuration Theory, teori hambatan komunikasi, dan Sensemaking Theory. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan rangkaian platform digital (WhatsApp Group, Google Drive, Zoom/telepon, dan email) membentuk pola komunikasi instruksional yang real time, berjenjang namun dipercepat, terdokumentasi, dan multi kanal, sehingga melahirkan norma kerja baru “lapor dahulu, dokumen menyusul”. Implementasinya memunculkan empat bentuk hambatan komunikasi instruksional, yaitu hambatan semantik, teknis, psikologis/kapasitas sumber daya manusia, dan struktural-organisasi, yang berfungsi baik sebagai noise maupun kegagalan pemaknaan kolektif. Aktor organisasi merespons struktur tersebut melalui kontinum appropriation, dari faithful, adaptation, hingga ironic, yang terbukti merupakan penyesuaian pragmatis, bukan resistensi, dan pada akhirnya mereproduksi struktur sosial baru berupa institusionalisasi WhatsApp Group sebagai tulang punggung prosedur klaim formal. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan digitalisasi organisasi publik lebih ditentukan oleh efektivitas komunikasi instruksional dan pengelolaan proses adaptasi pengguna, dibandingkan semata oleh kecanggihan teknologi yang digunakan.