This Author published in this journals
All Journal PESHUM
Novita Intan
Universitas Pamulang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Komunikasi Politik dan Kearifan Lokal: Analisis Konten YouTube Dedi Mulyadi dengan Pendekatan Etnografi Virtual Novita Intan; Natalia Endah Hapsari
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.16461

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi kearifan lokal dalam konten YouTube Dedi Mulyadi serta mengidentifikasi strategi komunikasi politik yang digunakan dalam penyampaian pesan yang berakar pada kearifan lokal tersebut. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode analisis konten yang didukung oleh perspektif etnografi virtual, penelitian ini mengkaji serangkaian video Dedi Mulyadi di platform YouTube dan interaksi audiens pada kolom komentar. Pemilihan Dedi Mulyadi sebagai subjek penelitian didasarkan pada posisinya sebagai figur publik yang kerap mengintegrasikan nilai-nilai tradisional dan kearifan lokal dalam konten digitalnya, yang berpotensi memengaruhi persepsi publik terhadap isu-isu politik. Hasil analisis menunjukkan bahwa kearifan lokal tidak hanya menjadi latar belakang naratif, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam membangun kedekatan emosional dan legitimasi politik. Dedi Mulyadi secara efektif merepresentasikan kearifan lokal melalui narasi yang otentik, penggunaan simbol-simbol budaya, serta gaya komunikasi yang akrab dengan audiens. Etnografi virtual memungkinkan pemahaman mendalam mengenai respons audiens terhadap pesan-pesan tersebut, termasuk pembentukan komunitas virtual yang mengapresiasi konten yang disajikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi kearifan lokal dalam komunikasi politik di platform digital dapat menjadi strategi yang ampuh dalam membentuk opini publik dan memperkuat citra politisi, sekaligus menyoroti peran penting etnografi virtual dalam memahami dinamika komunikasi kontemporer.