Siti Banati Sholiha
UIN Raden Fatah, Palembang, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Nilai-Nilai Al-Qur'an dalam Pembentukan Karakter Peserta Didik Muhammad Riza Fajrul Azhar; Siti Banati Sholiha; Pathur Rahman; Mukmin Mukmin
Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI) Vol. 4 No. 2 (2026): Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI)
Publisher : Penerbit dan Percetakan CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/pjpi.v4i2.1690

Abstract

Krisis moral multidimensional yang melanda generasi muda di era digital, seperti maraknya perundungan (bullying), merosotnya kejujuran akademik, dan dampak negatif paparan media sosial, menjadi tantangan berat bagi dunia pendidikan kontemporer. Sekolah sering kali terjebak pada transfer pengetahuan (transfer of knowledge) semata dan mengabaikan pembentukan karakter dasar peserta didik. Untuk membendung degradasi moral tersebut, lembaga pendidikan Islam perlu mereposisi peran dengan menjadikan nilai-nilai Al-Qur'an sebagai fondasi utama pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam bagaimana tahapan perencanaan, strategi integrasi kurikulum, metode pembiasaan, serta pemanfaatan budaya sekolah dalam menginternalisasikan nilai Qur'ani guna membentuk karakter peserta didik yang unggul dan berakhlakul karimah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif lapangan dengan rancangan studi kasus. Data penelitian dikumpulkan dari sumber primer yang meliputi kepala sekolah, guru mata pelajaran, guru agama, serta perwakilan peserta didik dan orang tua siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan secara komprehensif melalui wawancara mendalam terstruktur, observasi partisipan terhadap aktivitas keagamaan dan budaya sekolah, serta studi dokumentasi terhadap dokumen kurikulum, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), dan portofolio evaluasi karakter siswa. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data (display data), dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Untuk menjamin keabsahan data, peneliti menerapkan teknik triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi nilai-nilai Al-Qur'an diawali dari perencanaan visi-misi yang integratif dan diterapkan melalui model kurikulum terintegrasi (integrated curriculum) pada seluruh mata pelajaran umum dan agama. Pembentukan karakter didorong kuat oleh strategi keteladanan (uswah hasanah) para pendidik dan program pembiasaan harian yang masif, seperti tahsin, tahfidz, serta salat berjamaah. Penciptaan budaya sekolah yang kondusif (bi'ah islamiyah) dan inovasi seperti kantin kejujuran terbukti efektif memicu kesadaran spiritual (muraqabah), meningkatkan indeks kejujuran akademik, serta menurunkan angka perundungan secara drastis. Meskipun menghadapi hambatan berupa heterogenitas kemampuan input siswa dan distraksi gadget di rumah, keberhasilan jangka panjang pembentukan karakter ini berhasil dijaga secara konsisten (istiqamah) melalui pola kolaborasi segitiga yang erat antara sekolah, masyarakat, dan orang tua berbasis sistem monitoring digital.
Studi Komparatif Pemikiran Ismail Raji Al-Faruqi dan Syed Muhammad Naquib Al-Attas tentang Islamisasi Ilmu Pengetahuan Siti Banati Sholiha; Muhammad Riza Fajrul Azhar; Entin Suhartin; Ris'an Rusli; Romli Romli
Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI) Vol. 4 No. 1 (2026): Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI)
Publisher : Penerbit dan Percetakan CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/pjpi.v4i1.1514

Abstract

This study aims to analyze the thoughts of Ismail Raji Al-Faruqi and Syed Muhammad Naquib Al-Attas on the Islamization of knowledge within the context of contemporary Islamic education. The background of this research is based on an epistemological crisis caused by the dominance of a secular and dichotomous Western scientific paradigm. This study employs a qualitative approach using library research, analyzed through a descriptive-comparative method. The findings reveal that both scholars share similarities in rejecting the dichotomy of knowledge and emphasize the importance of the principle of tauhid as the foundation for knowledge development. However, there are differences in their approaches: Al-Faruqi emphasizes the systematic and practical integration of knowledge, while Al-Attas focuses on the purification of the concept of knowledge through the reconstruction of worldview and the inculcation of adab. Thus, their thoughts are complementary and relevant for the development of integrative and character-based Islamic education.