Andi Saputro
Universitas PGRI Semarang, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Implementasi Supervisi Akademik Berbasis Refleksi: Studi Kualitatif terhadap Praktik dan Persepsi Guru di SMK Andi Saputro; Soedjono Soedjono
Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2026): Regular Issue (In Progress)
Publisher : STKIP Pesisir Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34125/jmp.v11i1.1660

Abstract

Supervisi akademik merupakan salah satu instrumen penting dalam manajemen pendidikan yang berperan dalam peningkatan mutu pembelajaran melalui pembinaan profesional guru. Namun demikian, pelaksanaannya di sekolah masih sering berfokus pada aspek evaluatif dan administratif, sehingga kurang memberikan ruang bagi guru untuk melakukan refleksi profesional secara mendalam terhadap praktik pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi supervisi akademik berbasis refleksi serta memahami bagaimana guru memersepsikan dan memaknai proses supervisi tersebut dalam konteks pengembangan profesional. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di SMK Negeri 1 Blado sebagai satuan pendidikan menengah kejuruan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi pembelajaran, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi akademik berbasis refleksi dilaksanakan melalui tahapan perencanaan, observasi kelas, dialog pascaobservasi, dan tindak lanjut yang menekankan komunikasi profesional serta refleksi bersama antara kepala sekolah dan guru. Guru memersepsikan supervisi akademik sebagai proses pembelajaran profesional yang bersifat dialogis, mendukung kesadaran reflektif, dan membantu mereka memahami praktik pembelajaran secara lebih kritis dan kontekstual. Kebaruan penelitian ini terletak pada penegasan supervisi akademik sebagai ruang pembinaan reflektif dalam manajemen pendidikan, yang dimaknai secara positif oleh guru sebagai sarana pengembangan profesional berkelanjutan, bukan semata-mata sebagai mekanisme pengendalian mutu pembelajaran.