Siswanto Imam Santoso
Program Studi Magister Agribisnis, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kelayakan Finansial Pengembangan Kelapa Kopyor di Kabupaten Pati Faiq Yusron; Mukson; Siswanto Imam Santoso
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 21 No 2 (2025): Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ENGLISH Kopyor coconut is an exotic Indonesian germplasm with high economic value. The largest coconut-producing region is Central Java Province, specifically Pati Regency. The potential for development remains significant due to the abundant availability of land. Despite its high value, the supply of kopyor coconut trees is still limited, so this condition results in the selling prices remaining relatively high. This study was conducted to evaluate the financial feasibility of the kopyor coconut agribusiness using payback period, Net B/C, NPV, and IRR analysis. The study was conducted from December 2023 to March 2024, involving 96 respondents from three sub-districts. The study results indicate that early maturing (genjah) kopyor coconut farming in Pati Regency is feasible, with a payback period of 4 years and 7 months. The Gross B/C values of 1.25 and Net B/C 1.91 are more than one or less than the economic life. NPV is positive at Rp219,613,433 at an interest rate (discount rate) of 12.00% per year with an Internal rate of return (IRR) of 31.96% which is greater than the prevailing bank interest of 12% per year. The cultivation of early maturing kopyor coconut in Pati Regency is feasible, and its development has the potential to generate optimal and sustainable profits for farmers. INDONESIA Kelapa kopyor merupakan plasma nutfah eksotik asli Indonesia yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Daerah penghasil terbanyak berada di Provinsi Jawa Tengah, tepatnya di Kabupaten Pati. Potensi pengembangan masih terbuka lebar karena ketersediaan lahan cukup luas. Meskipun bernilai tinggi, ketersediaan tanaman kelapa kopyor masih terbatas sehingga harga jualnya relatif mahal. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi kelayakan finansial agribisnis kelapa kopyor dengan analisis payback period, Net B/C, NPV, dan IRR. Penelitian dilaksanakan pada Desember 2023 hingga Maret 2024 dengan jumlah sampel 96 dari tiga kecamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha tani kelapa kopyor genjah di Kabupaten Pati layak diusahakan. Payback period tercapai dalam 4 tahun 7 bulan. Nilai Gross B/C 1,25 dan Net B/C 1,91, keduanya lebih besar dari satu. NPV positif sebesar Rp219.613.433 menandakan present value melebihi biaya yang dikeluarkan. Tingkat suku bunga (discount rate) 12% menghasilkan IRR 31,96%, lebih besar dari bunga bank 12% per tahun. Usahatani kelapa kopyor genjah di Kabupaten Pati layak dilaksanakan dan pengembangannya berpotensi memberikan keuntungan optimal dan berkelanjutan bagi petani.
Profitabilitas Usaha Peternakan Itik di Kelompok Tani Sato Iwen Kabupaten Pati Seto Catur Nugroho; Agus Setiadi; Siswanto Imam Santoso
Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK Vol 21 No 2 (2025): Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ENGLISH This research aims to analyze the profitability of laying duck farming, focusing on the Sato Iwen Farmers Group in Langgenharjo Village, Margoyoso District, Pati Regency. Data were collected through field observations and in-depth interviews using structured questionnaires. Profitability was analyzed using the Return on Investment (ROI) method, comparing net profit with total production costs. The results demonstrate that the profitability of laying duck farming at the respondent’s current scale reaches 59.2%. This high ROI is achieved on a production scale of 100 ducks integrated with the use of a hatchery machine, which creates significant added value by producing Day Old Ducks (DOD). The findings indicate that the business is highly profitable and feasible for further development. Although the farming is conducted semi-intensively, it maintains consistent productivity throughout the year. It is recommended that the government provides technical support and infrastructure to promote growth. Furthermore, farmers are encouraged to improve biosecurity and sanitation standards to minimize mortality rates and prevent environmental pollution. INDONESIA Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profitabilitas usaha ternak itik petelur pada Kelompok Tani Ternak Sato Iwen di Desa Langgenharjo, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan dan wawancara mendalam menggunakan kuesioner terstruktur. Analisis profitabilitas dilakukan dengan metode Return on Investment (ROI), yang membandingkan laba bersih dengan total biaya produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat profitabilitas usaha ternak itik pada skala responden mencapai 59,2%. Angka tersebut diperoleh dari hasil usaha dengan populasi 100 ekor itik yang didukung oleh penggunaan satu unit mesin tetas, yang memberikan nilai tambah melalui produksi Day Old Duck (DOD). Berdasarkan temuan tersebut, usaha ternak itik di lokasi penelitian dinilai sangat menguntungkan dan layak untuk dikembangkan lebih lanjut. Meskipun pemeliharaan dilakukan secara semiintensif, usaha ini mampu menjaga produktivitas yang stabil. Disarankan agar pemerintah memberikan dukungan teknis dan infrastruktur untuk mendorong pertumbuhan usaha. Selain itu, peternak diharapkan meningkatkan standar biosekuriti dan sanitasi kandang guna meminimalkan angka kematian ternak serta mencegah pencemaran lingkungan.