Penerapan pembelajaran blended learning pasca pandemi menuntut mahasiswa pascasarjana untuk beradaptasi secara akademik dan emosional. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi motivasi intrinsik mahasiswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Tujuan utama studi ini adalah untuk mengkaji bagaimana pembelajaran campuran pasca-pandemi memengaruhi kemampuan siswa dalam mengendalikan emosi mereka. Penelitian ini bersifat kuantitatif dan menggunakan metodologi survei korelasional. Dengan menggunakan pendekatan sampel bertujuan, 30 mahasiswa pascasarjana dipilih untuk penelitian ini. Dari jumlah tersebut, 20 berasal dari Universitas Ibn Khaldun Bogor dan 10 dari Universitas Islam Negeri Jakarta. Untuk mengevaluasi regulasi emosi dan motivasi intrinsik, kami memberikan kuesioner skala Likert secara daring. Setelah mengumpulkan data, kami menggunakan regresi linier sederhana untuk menganalisis hasilnya. Dalam hal regulasi emosi, statistik deskriptif menunjukkan skor rata-rata 71,45 (simpangan baku: 7,32), dan dalam hal motivasi intrinsik, skor rata-rata adalah 73,18 (simpangan baku: 6,85), menempatkannya dalam kisaran sedang hingga tinggi. Berdasarkan analisis regresi, modulasi emosi secara signifikan dan positif memengaruhi motivasi intrinsik mahasiswa pascasarjana (B = 0,587; t = 8,945; p < 0,05). Nilai R-squared sebesar 0,399 menunjukkan bahwa kemampuan mahasiswa untuk mengatur emosi mereka menyumbang 39,9% dari varians dalam dorongan intrinsik mereka. Menurut hasil ini, pembelajaran campuran pasca-pandemi bergantung pada kemampuan mahasiswa untuk mengendalikan emosi mereka sehingga mereka tetap termotivasi untuk belajar