Sance Irene Mofu
Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa APMD

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Membangun Kemandirian dari Dialog: Strategi Komunikasi Partisipatif di Yayasan Penyandang Cacat Mandiri. Sance Irene Mofu; Yuli Setyowati
Jurnal Komunikasi Pemberdayaan Vol 4 No 2 (2025): December
Publisher : Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa APMD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47431/jkp.v4i2.870

Abstract

Pascagempa Bantul tahun 2006, penyandang disabilitas menghadapi berbagai persoalan sosial dan ekonomi, seperti keterbatasan akses kerja, ketergantungan terhadap bantuan, serta rendahnya kepercayaan diri akibat perubahan kondisi fisik dan sosial. Kondisi ini menuntut adanya proses pemberdayaan yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan ekonomi, tetapi juga pada penguatan kapasitas, partisipasi, dan kemandirian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi partisipatif yang diterapkan oleh Yayasan Penyandang Cacat Mandiri (YPCM) dalam membangun kemandirian penyandang disabilitas. Penelitian ini didukung oleh teori komunikasi partisipatif dan komunikasi pemberdayaan yang menekankan dialog setara, partisipasi aktif, serta penempatan individu sebagai subjek perubahan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan penelitian lapangan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Informan dipilih secara purposive sampling dengan jumlah sembilan orang yang terdiri atas pengurus yayasan dan pekerja penyandang disabilitas yang terlibat aktif dalam kegiatan kerja di Yayasan Penyandang Cacat Mandiri. Data dianalisis menggunakan model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi partisipatif diwujudkan melalui komunikasi dialogis, pendampingan kerja, pelibatan penyandang disabilitas dalam tahap perencanaan hingga evaluasi, serta penggunaan media komunikasi yang inklusif dan fleksibel. Temuan ini memperkuat teori komunikasi pemberdayaan bahwa komunikasi yang setara dan kontekstual mampu meningkatkan kapasitas individu. Dampaknya terlihat pada peningkatan kemandirian ekonomi, keterampilan kerja, kemandirian sosial, serta orientasi masa depan penyandang disabilitas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi partisipatif berperan penting sebagai strategi pemberdayaan dalam membangun kemandirian penyandang disabilitas, serta menjadi pendekatan komunikasi yang manusiawi dan berkelanjutan.