Made Aristia Prayudi
Universitas Pendidikan Ganesha, Bali, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengujian Model Unified Theory of Acceptance and Use of Technology pada Pengaruh Kepuasan Pengguna dan Kompetensi Akuntansi terhadap Kualitas Analisis Akuntansi Fiskal di Kantor Pelayanan Pajak Provinsi Bali I Komang Adi Saputra; Made Aristia Prayudi; I Putu Gede Diatmika
Journal of Accounting and Finance Management Vol. 7 No. 1 (2026): Journal of Accounting and Finance Management (March - April 2026)
Publisher : DINASTI RESEARCH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jafm.v7i1.3185

Abstract

Pengawasan kepatuhan wajib pajak oleh Direktorat Jenderal Pajak menuntut Account Representative (AR) menghasilkan analisis akuntansi fiskal yang akurat, tepat waktu, dan mampu mendeteksi anomali. Kompleksitas data serta dinamika regulasi mendorong pemanfaatan sistem berbasis End User Computing (EUC) bernama Lolipop sebagai alat bantu analisis. Namun, kualitas analisis fiskal bukan hanya dipengaruhi oleh penggunaan sistem, melainkan melainkan juga oleh tingkat kepuasan pengguna serta kompetensi akuntansi yang dimiliki. Selain itu, efektivitas pemanfaatan sistem sebagai representasi perilaku penggunaan teknologi juga diduga memengaruhi hubungan tersebut. Studi ini berfokus pada pengujian hubungan antara tingkat kepuasan pengguna sistem berbasis EUC Lolipop dan kompetensi akuntansi terhadap kualitas analisis akuntansi fiskal, serta menguji peran efektivitas pemanfaatan sistem dalam kerangka UTAUT selaku faktor moderasi. Studi ini dirancang dengan metode penelitian kuantitatif yang melibatkan seluruh AR di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Bali sebagai responden, dengan total sebanyak 204 orang. Data dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) guna menguji keterkaitan antarvariabel yang diteliti. Hasil analisis menunjukkan bahwa kepuasan pengguna sistem serta kompetensi akuntansi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas analisis akuntansi fiskal. Sementara itu, efektivitas pemanfaatan sistem (UTAUT) tidak terbukti memoderasi hubungan antara kepuasan pengguna dan kualitas analisis, namun berperan dalam memperkuat pengaruh kompetensi akuntansi terhadap kualitas analisis fiskal. Temuan ini mengindikasikan bahwa kualitas analisis fiskal tidak dihasilkan semata-mata oleh kecanggihan sistem maupun oleh kompetensi individu secara terpisah, melainkan oleh sinergi antara aset profesional dan mekanisme pemanfaatan teknologi, di mana teknologi tidak menggantikan peran kompetensi, tetapi memperkuat dan mengaktualisasikannya dalam konteks pengawasan perpajakan.
A NEW METRIC FOR ASSESSING THE “S” DIMENSION IN ENVIRONMENT, SOCIAL, GOVERNANCE (ESG) FOR REAL ESTATE Ni Putu Jessica Anggi Wijaya Putri; Ni Kadek Sinarwati; Made Aristia Prayudi
Indonesian Interdisciplinary Journal of Sharia Economics (IIJSE) Vol 9 No 2 (2026): Sharia Economics
Publisher : Universitas KH. Abdul Chalim Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/iijse.v9i2.10330

Abstract

The Environmental, Social, and Governance (ESG) framework has become a central benchmark for assessing corporate sustainability, particularly in the real estate sector. However, the Environmental (E) dimension continues to dominate both measurement and reporting practices, while the Social (S) dimension remains underdeveloped due to the lack of standardized and impact-oriented metrics. This study aims to examine the role of the social dimension in ESG and its implications for sustainability accounting practices in the Indonesian real estate finance sector. Using a quantitative descriptive-explanatory approach, the study analyzes corporate sustainability reports and applies content analysis to evaluate the extent to which social aspects are disclosed and measured. The findings reveal that although companies have increasingly adopted social initiatives such as diversity, employee well-being, and community engagement these efforts are largely activity-based and disclosure-oriented, rather than focused on measurable social impact. Furthermore, ESG assessments are still predominantly based on aggregate scores, which obscure the specific contribution of the social dimension. This study identifies a critical gap in existing ESG measurement frameworks and proposes the need for developing new, impact-based, and context-specific social metrics. Such metrics are essential to enhance the accuracy, transparency, and practical relevance of ESG evaluations, particularly in the real estate sector where social interactions and community impacts are highly significant.