Laba merupakan unsur krusial dalam laporan keuangan yang idealnya merefleksikan kondisi perusahaan secara tepatserta menjadi acuan penting bagi para pemangku kepentingan dalam pengambilan keputusan. Akan tetapi, dalampraktiknya kerap ditemukan adanya manajemen laba, yaitu upaya penyajian laba yang tidak sepenuhnyamencerminkan keadaan sesungguhnya, sehingga memicu kekhawatiran di kalangan pemegang saham. Penelitian inibertujuan menganalisis pengaruh kepemilikan institusional, komisaris independen, dan kualitas audit terhadapmanajemen laba melibatkan ukuran perusahaan dan profitabilitas sebagai variabel kontrol pada perusahaanmanufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2019–2023. Pendekatan penelitian yang digunakan adalahkuantitatif dengan metode analisis statistik deskriptif serta regresi data panel menggunakan perangkat lunak EViewsversi 13. Teknik pengambilan sampel dilakukan melalui purposive sampling, menghasilkan 97 perusahaan selamalima tahun, kemudian dilakukan penghapusan 75 data outlier, sehingga total observasi berjumlah 485 data. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa secara simultan, kepemilikan institusional, komisaris independen, dan kualitas auditberpengaruh terhadap manajemen laba. Secara parsial, kualitas audit berpengaruh negatif terhadap praktikmanajemen laba, sedangkan kepemilikan institusional dan komisaris independen tidak menunjukkan pengaruhsignifikan. Oleh karena itu, disarankan agar perusahaan mempertimbangkan penggunaan Kantor Akuntan Publikyang berafiliasi dengan Big Four guna meningkatkan kualitas laporan keuangan. Penelitian mendatang diharapkandapat memperluas temuan ini dengan mengkaji faktor-faktor lain yang berpotensi memengaruhi manajemen laba.Kata kunci: Kepemilikan Institusional, Komisaris Independen, Kualitas Audit, Manajemen Laba, Ukuran Perusahaan,Profitabilitas