Penelitian ini menganalisis pengaruh variabel makroekonomi terhadap return Bitcoin pada periode 2014–2024.Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif, dengan variabel independen berupa inflasi, suku bunga, danProduk Domestik Bruto (PDB). Data diperoleh dari sumber sekunder seperti Yahoo Finance serta situs resmipemerintah. Analisis dianalisis melalui model regresi linier berganda untuk mengetahui keterkaitan antar variabel.Latar belakang penelitian ini adalah tingginya minat masyarakat terhadap Bitcoin sebagai aset dengan return tinggidan volatilitas besar. Selain itu, terdapat perbedaan temuan dalam studi terdahulu tentang dampak inflasi, tingkatbunga, dan PDB terhadap returnBitcoin. Penelitian ini diharapkan memberisumbangan konseptual terhadap kajianfinansial digital serta panduan aplikasi bagi investor serta pembuat kebijakan. Tujuan lainnya adalah memberikangambaran komprehensif tentang keterkaitan kondisi makroekonomi Indonesia dengan pergerakan return Bitcoin.Hasil analisis membuktikan bahwa inflasi, suku bunga, dan PDB secara bersamaan memengaruhi r secarasignifikan return Bitcoin. Namun jika dilihat satu per satu, ketiga faktor tersebut tidak menunjukkan dampak nyatapada tingkat signifikansi 5%. Inflasi berpengaruh positif, sementara suku bunga dan PDB berpengaruh negatif.Koefisien determinasi (R²) sebesar 61,9% menunjukkan model cukup menjelaskan variabilitas return Bitcoin. Kedepan, disarankan menambahkan variabel lain seperti nilai tukar, volume transaksi, atau sentimen pasar untukpemahaman yang lebih menyeluruh.Kata Kunci: Inflasi, Investor, PDB, Return Bitcoin, Suku bunga