Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena volatility spillover antara pasar saham Amerika Serikat(NYSE) dan Indonesia (IHSG), khususnya dalam merespons kebijakan tarif proteksionis yang diumumkan oleh PresidenDonald Trump pada awal 2025. Sebagai negara berkembang, Indonesia sangat dipengaruhi oleh perubahan kondisi pasarglobal, terutama yang berasal dari negara maju seperti Amerika Serikat. Ketergantungan pasar modal Indonesia terhadapaliran modal asing menjadikannya rentan terhadap fluktuasi eksternal yang dipicu oleh kebijakan perdagangan AS, yang dapatmenyebabkan peningkatan volatilitas pada IHSG.Fenomena volatility spillover terjadi ketika gejolak di pasar saham satu negara mempengaruhi pasar saham negara lain.Pengumuman kebijakan tarif oleh Presiden Trump pada 2025 memicu ketidakpastian pasar global, termasuk di pasar sahamIndonesia. Penurunan volatilitas yang signifikan di pasar saham AS menyebabkan aksi jual oleh investor asing di pasarIndonesia, yang pada gilirannya meningkatkan volatilitas IHSG. Penelitian ini mengkaji hubungan dinamika volatilitasantara NYSE dan IHSG sesudah kebijakan tarif tersebut dengan menggunakan pendekatan Vector Autoregressive (VAR),yang memungkinkan untuk mengidentifikasi pengaruh antar pasar.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah model VAR, yang merupakan teknik analisis multivariat yangdapat mengukur pengaruh jangka pendek antar variabel. Model ini memungkinkan untuk menganalisis interaksi antar pasarsaham dengan memperhatikan pergerakan volatilitas NYSE dan IHSG setelah pengumuman kebijakan tarif Trump.Penelitian ini menggunakan data harian dari kedua indeks saham dalam periode yang mencakup beberapa minggu setelahpengumuman kebijakan untuk mengevaluasi adanya efek spillover.Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat fluktuasi signifikan pada volatilitas IHSG, tidak ditemukanadanya pengaruh yang signifikan dari volatilitas NYSE terhadap IHSG. Sebaliknya, volatilitas IHSG justru memberikandampak terhadap volatilitas NYSE, meskipun dalam intensitas yang lebih kecil. Hal ini mengindikasikan bahwa pasar sahamIndonesia lebih sensitif terhadap ketidakpastian global secara keseluruhan, daripada terhadap pergerakan volatilitas yangterjadi di pasar saham AS.Implikasi dari temuan ini menunjukkan bahwa meskipun pasar saham Indonesia semakin terintegrasi dengan pasarglobal, pengaruh pasar negara maju terhadap pasar negara berkembang tidak selalu langsung. Penelitian ini memberikankontribusi dalam memahami keterkaitan antar pasar saham global, khususnya dalam situasi kebijakan makroekonomiinternasional yang menambah ketidakpastian global. Temuan ini dapat digunakan oleh investor dan pembuat kebijakanuntuk merancang strategi mitigasi risiko yang lebih baik dalam menghadapi gejolak pasar global.Kata Kunci: IHSG, NYSE, Pasar Modal, Spillover, Trump, VAR, Volatility Spillover