Wahdan Arum Inawati
Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Telkom, Bandung, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS SIKLUS HIDUP PERUSAHAAN MODEL DICKINSON PADA PT ADHI KARYA PERIODE 2011–2024 Hilda Salman Said; Wahdan Arum Inawati; Ruri Octari Dinata
Jurnal Akuntansi, Keuangan, Perpajakan dan Tata Kelola Perusahaan Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jakpt.v3i2.3532

Abstract

Industri konstruksi dicirikan oleh intensitas modal yang tinggi dan celah yang signifikan antara laba akrual dengan arus kas nyata. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tahapan siklus hidup PT Adhi Karya (Persero) Tbk selama 14 tahun menggunakan model pola arus kas yang dikembangkan oleh Dickinson pada tahun 2011. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode studi kasus tunggal. Data terdiri dari laporan tahunan auditan tahun 2011 hingga 2024 yang dianalisis melalui tanda (+/-) arus kas operasi, investasi, dan pendanaan. Temuan menunjukkan bahwa PT Adhi Karya mengalami evolusi siklus hidup yang dinamis. Perusahaan dominan berada pada tahap Introduction dan Growth selama era akselerasi infrastruktur (2014–2017) karena kebutuhan investasi dan pendanaan yang besar. Secara mengejutkan, perusahaan mencapai tahap Mature selama pandemi COVID-19 (2020–2021), yang menunjukkan resiliensi finansial. Pada tahun 2024, perusahaan bertransisi ke tahap Shake-out, yang mengindikasikan pergeseran strategis menuju penyehatan neraca (deleveraging) dan optimalisasi aset. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transisi siklus hidup PT Adhi Karya mencerminkan kemampuan adaptasi strategis perusahaan dalam mengelola likuiditas di tengah penugasan infrastruktur nasional yang kompleks. Temuan mengenai tahap shake-out pada akhir periode pengamatan berfungsi sebagai instrumen deteksi dini yang menegaskan urgensi restrukturisasi aset guna menjaga stabilitas keuangan dan keberlanjutan perusahaan di masa depan.