Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterampilan literasi digital guru serta hubungan pemanfaatan platform digital dalam mendukung pengembangan kompetensi tersebut. Studi ini dilatarbelakangi oleh kecenderungan literasi digital yang masih berfokus pada aspek teknis, sehingga belum mencerminkan kompetensi yang komprehensif. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain ex post facto terhadap 317 guru di Kabupaten Bungo. Data dianalisis melalui statistik deskriptif dan regresi linear berganda untuk mengidentifikasi hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan literasi digital guru berada pada kategori menengah dengan dominasi pada aspek penggunaan teknologi dan akses informasi. Namun, terdapat kesenjangan pada dimensi evaluasi informasi, produksi konten digital, dan etika digital yang menunjukkan bahwa literasi digital belum berkembang secara utuh. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa pemanfaatan Platform Merdeka Mengajar dan Rumah Belajar memiliki hubungan signifikan dengan literasi digital guru, baik secara parsial maupun simultan, dengan kontribusi pada tingkat moderat. Temuan ini mengindikasikan bahwa platform digital berperan sebagai faktor fasilitatif dalam pengembangan literasi digital, tetapi belum mampu menjadi determinan utama dalam meningkatkan kompetensi secara komprehensif. Dengan demikian, penguatan literasi digital memerlukan pendekatan yang lebih holistik yang tidak hanya berfokus pada penggunaan teknologi, tetapi juga pada pengembangan kemampuan berpikir kritis, kreativitas digital, dan etika dalam penggunaan informasi. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperkaya kajian literasi digital dengan menekankan pentingnya integrasi antara aspek teknis, kognitif, dan etis dalam konteks pendidikan.