Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kode Etik Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dalam Sistem Pendidikan Nasional dan Perspektif Islam Putri Ananda; Haris Riadi; Ismawati
Journal of Citizen Research and Development Vol. 3 No. 1 (2026): Mei 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jcrd.v3i1.8476

Abstract

Kode etik pendidik dan tenaga kependidikan merupakan pedoman penting dalam mewujudkan profesionalisme dan mutu pendidikan dalam Sistem Pendidikan Nasional. Kode etik ini mengatur sikap, tanggung jawab, dan perilaku guru serta tenaga kependidikan dalam menjalankan tugasnya. Dalam perspektif Islam, kode etik berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an dan Sunnah dengan meneladani Nabi Muhammad SAW sebagai pendidik utama, yang menekankan akhlak mulia, amanah, dan keikhlasan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan landasan konseptual bagi penerapan kode etik yang mampu membentuk pendidik dan tenaga kependidikan yang profesional, beretika, dan berkarakter Islami. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Kesimpulan pada penelitian ini menjelaskan bahwa kode etik guru dan tenaga kependidikan menjadi pedoman profesionalisme pendidikan yang selaras dengan nilai-nilai Islam seperti akhlak mulia, amanah, dan keteladanan.
Pencegahan Korupsi, Gratifikasi, dan Penyalahgunaan Wewenang dalam Dunia Pendidikan Islam Wilda Yatun Uyun; Haris Riadi; Hesty Kania
ALBAHRU Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : MGMP PAI KEPRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Korupsi dalam dunia pendidikan Islam merupakan permasalahan serius yang berdampak pada menurunnya kualitas pendidikan Islam, lemahnya integritas, serta munculnya ketimpangan akses pendidikan Islam. Praktik korupsi seperti penyalahgunaan dana pendidikan Islam, gratifikasi, dan penyalahgunaan wewenang menunjukkan belum optimalnya sistem pengelolaan pendidikan Islam yang transparan dan akuntabel. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk korupsi dalam dunia pendidikan Islam serta merumuskan strategi pencegahannya melalui pendekatan tauhid sosial. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi literatur terhadap berbagai sumber relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa korupsi dalam pendidikan Islam tidak hanya berdampak pada aspek administratif, tetapi juga membentuk budaya negatif yang merusak karakter peserta didik. Gratifikasi dan penyalahgunaan wewenang turut memperparah kondisi tersebut dengan menciptakan ketidakadilan dan menurunkan profesionalitas lembaga pendidikan Islam. Oleh karena itu, strategi pencegahan korupsi dapat dilakukan melalui integrasi nilai tauhid sosial dalam kurikulum, pembentukan budaya sekolah yang berintegritas, peningkatan transparansi dan akuntabilitas, serta penguatan sistem pengawasan.
INTEGRITAS, AMANAH, DAN PROFESIONALISME BERBASIS KARAKTER ISLAMI Herlina Herlina; Haris Riadi; Annisa Hidayati
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 2 (2026): April: Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i2.9702

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep integritas, amanah, dan profesionalisme dalam perspektif Islam serta perannya dalam membangun budaya kerja yang jujur, transparan, dan bertanggung jawab. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur (library research) yang bersumber dari berbagai jurnal ilmiah, buku, dan publikasi akademik yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai utama dalam etika kerja Islami, seperti ṣiddīq (kejujuran), amanah (tanggung jawab), keadilan (‘adl), transparansi, dan ihsan (kualitas kerja terbaik), memiliki kontribusi signifikan dalam membentuk budaya kerja yang beretika dan profesional. Selain itu, dalam Islam, bekerja dipandang sebagai bagian dari ibadah sosial yang memiliki dimensi spiritual, sehingga tidak hanya berorientasi pada pencapaian material, tetapi juga pada keberkahan. Oleh karena itu, internalisasi nilai-nilai Islami dalam dunia kerja menjadi strategi penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang berintegritas, bertanggung jawab, dan profesional.