Heri Sasono
STIE Dharma Bumiputra

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Metode Penanggulangan Bencana, Perubahan Iklim, Kesiapsiagaan, dan P3K: Kolaborasi STIE Dharma Bumiputera & BPBD DKI Jakarta di Kelurahan Setu, Cipayung, Jakarta Timur Heri Sasono; Muh. Hendra Apriwarto
Jurnal Inovasi dan Pengabdian Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Inovasi dan Pengabdian
Publisher : Athallah Publishing Globalndo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64845/bhaktika.v2i1.330

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam tata kelola penanggulangan bencana, pemahaman terhadap perubahan iklim, serta kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat dan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K). Kegiatan ini dilaksanakan di Kelurahan Setu, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur oleh Mahasiswa Manajemen Bencana, STIE Dharma Bumiputera bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi DKI Jakarta serta melibatkan pengurus RT, RW, dan tokoh masyarakat. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dan kolaboratif melalui sosialisasi, pelatihan, simulasi, serta diskusi interaktif. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan hasil pre-test dan post-testserta observasi langsung terhadap keterampilan peserta dalam praktik penanggulangan bencana dan P3K. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat terkait risiko bencana dan perubahan iklim, serta peningkatan keterampilan dalam pertolongan pertama dan evakuasi darurat. Selain itu, terbentuk kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya kesiapsiagaan bencana dan peran aktif dalam pengurangan risiko. Diskusi dengan peserta mengungkapkan bahwa kendala utama yang dihadapi adalah keterbatasan informasi, sarana prasarana, serta belum optimalnya sistem peringatan dini di tingkat komunitas. Kegiatan ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap bencana dan menjadi model kolaborasi efektif antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat. Ke depan, diperlukan keberlanjutan program melalui pelatihan berkala dan penguatan kelembagaan masyarakat siaga bencana.