Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pembentukan karakter religius santri di tengah tantangan perkembangan zaman yang berpotensi melemahkan nilai-nilai spiritual dan moral. Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam membentuk karakter melalui pembiasaan kegiatan keagamaan. Salah satu bentuk pembiasaan tersebut adalah kegiatan pembacaan Yasin Mubin di Pondok Pesantren Roudlotuth Thullab Wonosobo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan kegiatan Yasin Mubin, pengaruhnya terhadap pembentukan karakter religius santri, serta faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Subjek penelitian meliputi pengasuh, pengurus, dan santri Pondok Pesantren Roudlotuth Thullab Wonosobo. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan Yasin Mubin dilaksanakan secara rutin setiap malam Jumat pada akhir bulan Hijriyah, diawali dengan tawasul, pembacaan Surah Yasin dengan berhenti pada tujuh lafaz “mubin” untuk berdoa, serta ditutup dengan tahlil bersama. Kegiatan ini berperan dalam membentuk karakter religius santri yang tercermin dalam sikap disiplin, kejujuran, dan tanggung jawab. Faktor pendukung kegiatan ini meliputi peran aktif pengasuh dan pengurus, penerapan tata tertib pondok, serta lingkungan pesantren yang religius. Adapun faktor penghambatnya antara lain kelelahan fisik santri, tugas akademik yang padat, serta kurangnya pemahaman sebagian santri terhadap makna kegiatan. Dengan demikian, kegiatan pembacaan Yasin Mubin menjadi salah satu sarana efektif dalam pembentukan karakter religius santri melalui metode pembiasaan yang konsisten di lingkungan pesantren.