Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Kebijakan Fiskal dan Dampaknya Terhadap Stabilitas Ekonomi Makro Umi Kulsum; Anna Sofia Atichasari
Balance : Jurnal Akuntansi dan Manajemen Vol. 4 No. 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jam.v4i3.1456

Abstract

Penelitian ini menganalisis kebijakan fiskal Indonesia dan dampaknya terhadap stabilitas ekonomi makro periode 2022-2024. Studi sebelumnya umumnya bersifat parsial dan belum mengintegrasikan kinerja APBN terkini dengan indikator makroekonomi secara komprehensif dalam konteks ketidakpastian global. Penelitian ini mengisi kesenjangan tersebut dengan menganalisis secara simultan hubungan kebijakan fiskal dan stabilitas makro. APBN 2024 dirancang dengan defisit 2,29% dari PDB atau senilai Rp 522,8 triliun, dengan belanja negara Rp 3.325,1 triliun dan pendapatan negara Rp 2.802,3 triliun. Realisasi defisit hingga November 2024 mencapai Rp 401,8 triliun atau 1,81% dari PDB, lebih rendah dari target yang ditetapkan. Rasio utang pemerintah terkendali pada level 39,36% dari PDB, jauh di bawah batas aman 60%. Inflasi berhasil dikendalikan pada level 1,57% sepanjang 2024, berada dalam rentang sasaran 2,5%±1%. Pertumbuhan ekonomi mencapai 5,1% pada 2024, didukung oleh konsumsi rumah tangga sebesar 4,9% dan investasi 4,6%. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis data sekunder dari Kemenkeu, BPS, dan lembaga terkait. Hasil menunjukkan kebijakan fiskal berperan efektif sebagai stabilisator ekonomi makro melalui fungsi alokasi, distribusi, dan stabilisasi. Kesimpulan menunjukkan kebijakan fiskal yang prudent dan terukur berhasil menjaga stabilitas makroekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global.   This research analyzes Indonesia's fiscal policy and its impact on macroeconomic stability for the period 2022-2024. Previous studies are generally partial in nature and have not comprehensively integrated the latest state budget (APBN) performance with macroeconomic indicators in the context of global uncertainty. This study addresses this gap by simultaneously analyzing the relationship between fiscal policy and macroeconomic stability. The 2024 State Budget was designed with a deficit of 2.29% of GDP worth Rp 522.8 trillion, with government expenditures of Rp 3,325.1 trillion and state revenues of Rp 2,802.3 trillion. The actual deficit until November 2024 reached Rp 401.8 trillion or 1.81% of GDP, lower than the set target. Government debt ratio is controlled at 39.36% of GDP, far below the safe limit of 60%. Inflation was successfully controlled at 1.57% throughout 2024, within the target range of 2.5%±1%. Economic growth reached 5.1% in 2024, supported by household consumption of 4.9% and investment of 4.6%. Research methodology uses a qualitative approach with secondary data analysis from Ministry of Finance, BPS, and related institutions. Results show fiscal policy plays an effective role as macroeconomic stabilizer through allocation, distribution, and stabilization functions. The conclusion shows prudent and measured fiscal policy successfully maintains Indonesia's macroeconomic stability amid global uncertainties.