Rahayu Astuti
Magister Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Promosi Kesehatan Melalui Buku Edukasi dan Pemantauan untuk Pencegahan dan Pengendalian Hipertensi Erwin Ulinnuha Fahreza; Suyanto Setyo Priyadi; Ratih Sari Wardani; Rahayu Astuti
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 4 No 4 (2025): Oktober
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v4i4.817

Abstract

Latar belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi di Indonesia. Banyak pasien belum memahami pentingnya pengobatan rutin dan pemantauan kesehatan mandiri, yang berdampak pada peningkatan tingkat kepatuhan terhadap pengobatan. Tujuan: Menilai efektivitas penggunaan buku edukasi dan pemantauan terhadap peningkatan pengetahuan, kepatuhan minum obat, dan kualitas hidup pasien hipertensi. Metode: Penelitian dilakukan dengan disain pre-test post-test di Puskesmas Bandarharjo, Semarang. Sebanyak 15 pasien hipertensi diberikan buku berisi edukasi dasar tentang hipertensi serta tabel pemantauan minum obat dan aktivitas fisik. Penilaian dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan, MMAS-8 (kepatuhan), dan SF-36 (kualitas hidup). Hasil: Setelah intervensi, peserta menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterlibatan dalam pencatatan mandiri. Mayoritas merasa terbantu dengan adanya buku, meskipun ditemukan beberapa hambatan seperti gangguan penglihatan dan lupa mencatat. Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 10,32 menjadi 13,8; skor MMAS-8 menunjukkan kepatuhan sedang dengan nilai rata-rata 5,8. Kualitas hidup berdasarkan SF-36 menunjukkan skor domain fisik 48,2 sedangkan psikologis dan sosial berturut-turut adalah 67,5 dan 70,4. Kesimpulan: Penggunaan buku edukasi dan pemantauan efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan mendorong pemantauan mandiri pada pasien hipertensi. Dukungan berkelanjutan dari keluarga atau kader diperlukan untuk meningkatkan kepatuhan dan kualitas hidup secara menyeluruh. Kata kunci: buku pemantauan, hipertensi, pencegahan dan pengendalian, promosi kesehatan ____________________________________________________________________ Abstract Background: Hypertension is a non-communicable disease with a high prevalence in Indonesia. Many patients do not understand the importance of regular medication and self-monitoring, which impacts the level of treatment adherence. Objective: To assess the effectiveness of the use of educational and monitoring books on improving knowledge, medication adherence, and quality of life in hypertensive patients. Method: The study used a pre-test-post-test design at the Bandarharjo Community Health Center, Semarang. A total of 15 hypertensive patients were given a book containing basic education about hypertension, as well as a table for monitoring medication intake and physical activity. Assessments were conducted using a knowledge questionnaire, MMAS-8 (adherence), and SF-36 (quality of life). Result: After the intervention, participants showed increased knowledge and engagement in self-recording. The majority found the book helpful, though some encountered obstacles, such as visual impairment and forgetting to record. The average knowledge score increased from 10.32 to 13.8; the MMAS-8 score indicated moderate adherence with an average value of 5.8. Quality of life, as measured by the SF-36, showed a physical domain score of 48.2, while the psychological and social domain scores were 67.5 and 70.4, respectively. Conclusion: The use of educational and monitoring books is effective in increasing knowledge and encouraging self-monitoring in hypertensive patients. Continued support from family or health workers is needed to improve adherence and overall quality of life. Keywords: monitoring books, hypertension, prevention and control, health promotion
Deteksi Keberadaan Jentik Nyamuk melalui Strategi Kunjungan Rumah di Lingkungan Tempat Tinggal Kader Posyandu Srisawahan Nurmala Dewi; Novia Nurliana; Kalissing Pangudi Rahayu; Irfanul Chakim; Rahayu Astuti
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 5 No 3 (2026): Juli
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Demam berdarah dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Keberhasilan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di tingkat rumah tangga tidak hanya ditentukan oleh pengetahuan, tetapi juga oleh konsistensi penerapan praktik pencegahan dan pemantauan lingkungan. Kader Posyandu memiliki peran strategis dalam mendukung edukasi dan surveilans berbasis masyarakat. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan mendeteksi keberadaan jentik Aedes aegypti di rumah kader Posyandu serta menilai perubahan pengetahuan dan keterampilan kader dalam mendukung penerapan PSN berbasis rumah tangga. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat melibatkan 17 kader di wilayah kerja Puskesmas Pembantu Srisawahan melalui edukasi interaktif, observasi tempat penampungan air (TPA), kunjungan rumah, dan pemeriksaan jentik. Pengetahuan diukur menggunakan pre-test dan post-test yang terdiri atas 10 soal dengan skala 0–100, sedangkan keterampilan identifikasi jentik dinilai menggunakan lembar observasi dengan lima indikator. Kondisi lingkungan dan keberadaan jentik dicatat menggunakan formulir pemeriksaan TPA. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil: Seluruh rumah kader (100%) berada dalam kondisi bersih secara visual, tetapi jentik ditemukan pada 6 dari 17 rumah (35,3%) dan 8 dari 73 TPA (11,0%). Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 59,29 pada pre-test menjadi 81,00 pada post-test, sedangkan proporsi kader dengan skor pengetahuan ≥70 meningkat dari 29,4% menjadi 88,2%. Sebanyak 14 kader (82,4%) mencapai kategori kompeten dalam identifikasi jentik. Kesimpulan: Pemeriksaan langsung menunjukkan bahwa kondisi rumah yang tampak bersih belum sepenuhnya mencerminkan terbebasnya rumah dari potensi perkembangbiakan vektor. Edukasi yang dipadukan dengan praktik lapangan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader dalam identifikasi jentik. Keberlanjutan PSN berbasis kader perlu diperkuat melalui praktik pemeriksaan jentik secara rutin, supervisi, dan monitoring untuk meningkatkan konsistensi penerapan pencegahan DBD di tingkat rumah tangga. Kata kunci: demam berdarah dengue, jentik Aedes aegypti, kader posyandu, kunjungan rumah, pemberantasan sarang nyamuk ____________________________________________________________ Abstract Background: Dengue remains a persistent public health challenge in Indonesia, where sustained household implementation of mosquito nest eradication is essential for reducing vector breeding opportunities. Posyandu cadres play a strategic role in community-based prevention, yet the cleanliness of household environments does not necessarily indicate the absence of mosquito breeding sites. Objective: This community-based intervention aimed to detect Aedes aegypti larvae in Posyandu cadres’ households and assess changes in cadres’ knowledge and larval-identification skills following practice-based education. Method: The intervention involved 17 Posyandu cadres in the Srisawahan Auxiliary Community Health Center service area and comprised interactive education, water-container inspection, household visits, and direct larval surveillance. Knowledge was assessed using 10-item pre- and post-tests scored on a 0–100 scale, while larval-identification skills were assessed using a five-indicator observation checklist. Household environmental conditions and larval occurrence were documented using a water-container inspection form. Data were analyzed descriptively. Result: Although all cadre households (100%) were visually classified as clean, larvae were detected in 6 of 17 households (35.3%) and in 8 of 73 inspected water containers (11.0%). Mean knowledge scores increased from 59.29 at pre-test to 81.00 at post-test, while the proportion of cadres achieving a knowledge score ≥70 increased from 29.4% to 88.2%. Fourteen cadres (82.4%) achieved the predefined competency criterion for independent larval identification. Conclusion: Direct larval surveillance revealed that visual household cleanliness did not fully reflect the absence of potential Aedes breeding sites. Practice-based education was accompanied by improvements in cadre knowledge and larval-identification skills. Sustaining community-based dengue prevention requires routine household larval surveillance integrated with continued practical training, supervision, and monitoring to translate increased cadre capacity into consistent PSN practices at the household level. Keywords: Aedes aegypti larvae, community-based prevention, dengue, posyandu cadres, household larval surveillance, mosquito nest eradication