Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Brand Experience Dan Electronic Word Of Mouth Terhadap Brand Equity Di Mediasi Brand Love Pelanggan Skincare Fuji Asti Kholisa; Sophiyanto Wuryan
Bata Ilyas Educational Management Review Vol. 6 No. 1: January - June
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/biemr.v6i1.3759

Abstract

Dalam dunia bisnis yang semakin kompetitif, setiap perusahaan berusaha untuk mendapatkan posisi pertama dalam penjualan produk. Brand equity yang positif di mata konsumen menjadi salah satu faktor utama yang membedakan produk tersebut dari pesaingnya. Meningkatnya brand experience, ulasan positif, serta adanya kecintaan konsumen terhadap suatu brand akan berdampak pada peningkatan brand equity. Penelitian ini bertujuan untuk membangun model secara konseptual dan empiris serta mengisi kesenjangan penelitian terkait faktor-faktor yang menjadi anteseden brand equity. Penelitian ini menganalisis, menguji, dan menemukan pengaruh brand experience dan electronic word of mouth terhadap brand equity, dengan brand love sebagai variabel mediasi, pada brand The Originote. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada 190 responden yang merupakan pelanggan skincare The Originote. Metode pengumpulan data menggunakan purposive sampling, dan analisis data dilakukan dengan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan pendekatan Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa brand experience dan electronic word of mouth berpengaruh positif dan signifikan terhadap brand love. Selain itu, brand experience dan e-WOM juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap brand equity. Namun, brand love tidak berpengaruh signifikan terhadap brand equity, dan tidak memediasi hubungan antara brand experience serta e-WOM terhadap brand equity. Implikasi dari penelitian ini adalah perusahaan perlu terus melakukan inovasi produk untuk meningkatkan brand experience, sehingga The Originote dapat digunakan dalam berbagai kegiatan oleh pelanggan. Perusahaan juga perlu memperhatikan serta mempertimbangkan ulasan atau komentar negatif dari pelanggan untuk perbaikan produk di masa mendatang. Selain itu, perusahaan diharapkan dapat meningkatkan promosi yang lebih menarik agar dapat memperkuat keterikatan emosional pelanggan terhadap brand tersebut. Selanjutnya, perusahaan juga diharapkan dapat meningkatkan ingatan pelanggan mengenai The Originote, dengan menonjolkan keunikan produk seperti kandungan skincare, agar karakteristik brand tersebut selalu teringat di benak pelanggan.
Pengaruh Cognitive Value, Halal Value dan Tourist Satisfaction Terhadap Destination Brand Loyalty Dwi Rizky Aprillia; Sophiyanto Wuryan
Bata Ilyas Educational Management Review Vol. 6 No. 1: January - June
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/biemr.v6i1.3760

Abstract

Dalam industri pariwisata, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh cognitive value dan halal value terhadap tourist satisfaction serta pengaruh tourist satisfaction terhadap destination brand loyalty dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode analisis regresi linear berganda yang diolah melalui Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) terhadap 119 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cognitive value dan halal value berpengaruh positif dan signifikan terhadap tourist satisfaction, namun tourist satisfaction tidak berpengaruh signifikan terhadap destination brand loyalty. Temuan ini mengindikasikan bahwa kepuasan wisatawan yang dirasakan belum cukup kuat untuk mendorong terbentuknya loyalitas terhadap merek destinasi, sehingga loyalitas wisatawan tidak hanya ditentukan oleh tingkat kepuasan, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor lain seperti citra destinasi, diferensiasi pengalaman wisata, dan keterikatan emosional. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa pengelola destinasi wisata perlu memperkuat cognitive value melalui peningkatan kualitas fasilitas dan pengalaman wisata serta menjaga konsistensi penerapan halal value guna meningkatkan tourist satisfaction, disertai strategi tambahan yang berfokus pada penguatan destination brand loyalty secara berkelanjutan.