Gladys Greselda Gosal
Universitas Ciputra, Surabaya, Jawa Timur, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

From Home-Based Kitchens to Competitive Markets: Strengthening Culinary Msme Capacity Through Practical Training Johan Pratama Siahainenia; Gladys Greselda Gosal; Hari Minantyo; Kristian Agung Nugraha; Devi Rahnjen Wijayadne
Plakat : Jurnal Pelayanan Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2026): Plakat: Jurnal Pelayanan Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/plakat.v8i1.25729

Abstract

This study is grounded in the persistent challenges faced by culinary heritage-based small and medium-sized enterprises (SMEs), in which strong product authenticity is often undermined by inconsistent cooking quality and unprofessional packaging, thereby limiting market competitiveness in contemporary contexts. The objective of this research is to examine the effectiveness of an integrated development strategy that combines cooking skill enhancement and packaging design innovation in revitalizing culinary heritage enterprises, employing a mixed-method approach with a dominant qualitative-descriptive design involving participatory observation, in-depth interviews, visual documentation, expert taste evaluation, and pre– and post–comparative assessment of selected enterprises participating in an intensive capacity-building program. The findings demonstrate significant improvements in cooking-skill mastery, product consistency, food-safety compliance, packaging aesthetics, storytelling effectiveness, and overall market readiness, collectively contributing to increased perceived value, expanded market access, and short-term sales growth. Furthermore, the results confirm that modernization practices such as recipe standardization, quality control, and professional packaging do not diminish culinary authenticity but instead reinforce its sustainability and reproducibility. The implications of this study suggest that culinary heritage revitalization initiatives should adopt a holistic intervention model that integrates product quality enhancement with visual storytelling, supported by policy frameworks that facilitate continuous training, innovation support, and market linkage to ensure long-term economic viability and cultural preservation.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tantangan yang terus dihadapi oleh usaha kecil dan menengah (UKM) berbasis warisan kuliner, di mana autentisitas produk yang kuat sering kali tereduksi oleh ketidakkonsistenan kualitas masakan serta penyajian kemasan yang kurang profesional, sehingga membatasi daya saing di konteks pasar modern. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji efektivitas strategi pengembangan terpadu yang menggabungkan peningkatan keterampilan memasak dan inovasi desain kemasan dalam merevitalisasi usaha kuliner berbasis warisan, dengan menggunakan pendekatan metode campuran yang didominasi oleh desain deskriptif kualitatif melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dokumentasi visual, evaluasi cita rasa oleh ahli, serta penilaian komparatif sebelum dan sesudah pada pelaku usaha yang mengikuti program peningkatan kapasitas secara intensif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam penguasaan keterampilan memasak, konsistensi produk, kepatuhan terhadap standar keamanan pangan, estetika kemasan, efektivitas storytelling, serta kesiapan pasar secara keseluruhan, yang secara kolektif berkontribusi pada peningkatan nilai persepsi, perluasan akses pasar, dan pertumbuhan penjualan jangka pendek. Selain itu, temuan ini menegaskan bahwa praktik modernisasi seperti standarisasi resep, pengendalian kualitas, dan kemasan profesional tidak mengurangi autentisitas kuliner, melainkan justru memperkuat keberlanjutan dan reprodusibilitasnya. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa inisiatif revitalisasi warisan kuliner perlu mengadopsi model intervensi holistik yang mengintegrasikan peningkatan kualitas produk dengan storytelling visual, serta didukung oleh kerangka kebijakan yang memfasilitasi pelatihan berkelanjutan, dukungan inovasi, dan keterhubungan pasar guna menjamin keberlanjutan ekonomi jangka panjang serta pelestarian budaya.
Empowerment of Msme Actors in Lontar Village Through Packaging Skills to Increase The Selling Value of Products Devi Rahnjen Wijayadne; Sri Nathasya Br Sitepu; Gladys Greselda Gosal; Irantha Hendrika Kenang; Bernard Realino Danu Kristianto; Eddrick Christian Chang; Chantika Dzakiyah Berliana; Qaissa Religia Putri Maharani
Plakat : Jurnal Pelayanan Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2026): Plakat: Jurnal Pelayanan Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/plakat.v8i1.25730

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a strategic role in Indonesia’s economy; however, many MSME products remain less competitive due to inadequate packaging quality, as commonly found in Lontar Village, Surabaya, where packaging tends to be simple, minimally informative, and lacking clear product identity, which negatively affects consumer perception and market competitiveness. This study aims to empower MSME actors in Lontar Village by enhancing their knowledge and skills in designing and implementing professional, functional, and market-oriented product packaging to increase product selling value. The activity employed a participatory workshop and mentoring approach involving ten MSME actors selected through purposive sampling, with data collected through observation, documentation, and evaluation of packaging conditions before and after the activity and analyzed using a qualitative descriptive method. The results indicate an improvement in participants’ understanding of packaging as a strategic marketing tool, along with enhancements in visual design, completeness of packaging information, material suitability, and overall packaging functionality, demonstrating that the training and mentoring process effectively strengthened both technical skills and strategic awareness of packaging in shaping product image and competitiveness. These findings suggest that practical and contextual packaging empowerment programs can enhance MSME readiness to compete in local and modern markets and serve as a strategic entry point for sustainable MSME development policies.Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam perekonomian Indonesia; namun, banyak produk UMKM yang masih kurang kompetitif akibat kualitas kemasan yang belum memadai, sebagaimana ditemukan di Kelurahan Lontar, Surabaya, di mana kemasan produk cenderung sederhana, minim informasi, dan tidak memiliki identitas produk yang jelas sehingga berdampak pada rendahnya persepsi konsumen serta daya saing produk di pasar. Penelitian ini bertujuan untuk memberdayakan pelaku UMKM di Kelurahan Lontar melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam merancang serta menerapkan kemasan produk yang profesional, fungsional, dan berorientasi pasar guna meningkatkan nilai jual produk. Kegiatan ini menggunakan pendekatan workshop partisipatif dan pendampingan yang melibatkan sepuluh pelaku UMKM yang dipilih melalui purposive sampling, dengan data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan evaluasi kondisi kemasan sebelum dan sesudah kegiatan, kemudian dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai kemasan sebagai alat pemasaran strategis, disertai peningkatan pada desain visual, kelengkapan informasi kemasan, kesesuaian bahan, serta fungsi kemasan secara keseluruhan, yang menunjukkan bahwa proses pelatihan dan pendampingan efektif dalam memperkuat keterampilan teknis sekaligus kesadaran strategis mengenai pentingnya kemasan dalam membentuk citra dan daya saing produk. Temuan ini menunjukkan bahwa program pemberdayaan kemasan yang praktis dan kontekstual dapat meningkatkan kesiapan UMKM untuk bersaing di pasar lokal maupun modern serta menjadi titik masuk strategis bagi kebijakan pengembangan UMKM yang berkelanjutan.