Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Paskah Dalam Tradisi Yahudi dan Kristen (Suatu Kajian Teologis-Pedagogis Pendidikan Kristen) Johan Saragi; Wikanto
THEOSOPHIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 1 No. 01: Mei 2024: Theosophia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani
Publisher : STT IKSM SANTOSA ASIH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Passover in the book of Exodus is a very important celebration for the Israelites. Considered important because it is very meaningful in the awesomeness of the events life of the Israelites in Egypt. Where the Israelites always remember delivery from Egypt, namely passing or freeing from the death penalty in the form of the Egyptians ' firstborn and animals. This tradition has always been commemorated , since around 1300 BC, where the Prophet Moses led the Israelites during Egyptian slavery . The purpose of this research is to provide a clear explanation of the Passover done by the Israelites in the Old Testament by comparing it to the New Testament. The method used is the method of literature. Where in the search for theory , researchers will collect as much information as possible from related literature . Library sources can be obtained from books , journals , magazines , research results in the form of theses and dissertations as well as other appropriate sources such as the internet , newspapers , etc . So , in detail , Passover , both in the Old Testament , explains that God gave the tenth plague, namely the death of the firstborn and dead animals in the territory of Egypt.Abstrak : Paskah dalam kitab Keluaran merupakan perayaan yang sangat penting bagi bangsa Israel . Dianggap penting karena sangat bermakna dalam kedahsyatan peristiwa kehidupan bangsa Israel di Mesir . Di mana bangsa Israel selalu ingat pembebasan dari Mesir, yaitu melewati atau membebaskan dari hukuman kematian berupa anak sulung dan binatang orang Mesir . Tradisi ini selalu diperingati , sejak perkiraan tahun 1300 Sebelum Masehi , di mana Nabi Musa memimpin bangsa Israel masa perbudakan Mesir . Tujuan penelitian ini, memberi penjelasan secara gamblang paskah yang dilakukan oleh Bangsa Israel dalam Perjanjian Lama dengan membandingkan dalam Perjanjian Baru . Metode yang digunakan adalah metode kepustakaan . Di mana dalam pencarian teori, peneliti akan mengumpulkan informasi sebanyak -banyaknya dari kepustakaan yang berhubungan. Sumber -sumber kepustakaan dapat diperoleh dari , buku , jurnal , majalah , hasil -hasil penelitian berupa tesis dan disertasi maupun sumber -sumber lainnya yang sesuai berupa internet, koran, dll. Jadi secara detail Paskah baik itu dalam Perjanjian Lama menjelaskan bahwa Tuhan memberikan tulah yang ke sepuluh yaitu anak sulung mati dan binatang mati di wilayah Mesir.