David Bunbunan Hasibuan
Sekolah Tinggi Teologi IKSM Santosa Asih

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Gembala Adalah Tugas Yang Mulia David Bunbunan Hasibuan
THEOSOPHIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 1 No. 2: November 2024: Theosophia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani
Publisher : STT IKSM SANTOSA ASIH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Abstract: What will be achieved in this writing, First: provide an explanation of the duties and responsibilities of a congregational pastor. Second, a congregational pastor not only needs to know his calling as a pastor but also that the pastor has good spiritual standards. Thirdly, the duties and role of a congregational pastor have a big impact on the growth of the congregation's faith both in quality and quality. This  research  methodology  uses  qualitative  methods.  "Qualitative  research  is  research  that  intends  to understand phenomena about what is experienced by research subjects, for example behavior, perceptions, motivations, actions, etc. holistically, and in a descriptive way in the form of words and language, in a special, natural context. and by utilizing various natural methods. Abstrak: Yang akan dicapai dalam penulisan ini, Pertama: memberi penjelasan mengenai apa tugas dan tanggung-jawab seorang gembala jemaat. Kedua, Seorang gembala jemaat bukan saja dibutuhkan bagaimana penggilannya sebagai seorang gembala tetapi seorang gembala memiliki standar rohani yang baik, Ketiga, tugas dan peran seorang gembala jemaat sangat berdampak untuk bertumbuhnya iman jemaat baik secara kualitas maupun secara kualitas.Metodologi penelitian ini menggunakan metode kualitatif. “Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh  subyek penelitian misalnya  perilaku,  persepsi,  motifasi,  tindakan  dan  lain-lain  secara  holistik,  dan  dengan  cara deskriptif dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah.
YHWH (STUDI GRAM ATIKAL SINTAKSIS TERHADAP KATA YHWH ADALAH EMPAT KONSONAN IBRANI YANG MERUPAKAN SEBUTAN SESEMBAHAN BANGSA ISRAEL) Bernike Sihombing; David Bunbunan Hasibuan; Ibrahim Feoh
THEOSOPHIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 2 No. 1: Mei 2025: Theosophia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani
Publisher : STT IKSM SANTOSA ASIH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract YHWH is the four Hebrew consonants also known as the Tetragrammaton, which refer to the deity worshipped by the people of Israel, particularly within the Jewish faith. Therefore, this paper aims to accomplish the following objectives: First, to provide an explanation of what is meant by YHWH; Second, to emphasize the importance for Christians to understand the meaning of YHWH; Third, to explore the various interpretations and equivalents of YHWH in different languages, as well as their meanings based on several translations and the intended significance found in the Bible, both in the Old Testament and the New Testament.  Abstrak YHWH adalah empat konsonon ibrani juga dikenal dengan sebutan Tetragrammaton yang merupakan sesembahan bangsa Israel secara khusus agama Yahudi. Dengan demikian yang akan dicapai dalam penulisan ini, Pertama, memberi penjelasan mengenai apa yang dimaksud YHWH. Kedua, Sebagai umat Kristen penting memahami apa yang dimaksud YHWH. Ketiga, Apa saja yang dimaksud YHWH dan padanannya dalam bahasa lainnya dan pengertiannya sesuai beberapa bahasa terjemahan serta padanan arti yang dimaksudkan dalam Alkitab, baik kitab Perjanjian lama maupun Perjanjian Baru.