Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepadatan tanah terhadap erosi pada berbagai penggunaan lahan dan lereng di Sub DAS Brantas Hulu, dan mengkaji implikasinya terhadap pertanian berkelanjutan. Sub DAS Brantas Hulu mengalami tekanan ekologis yang semakin meningkat akibat perubahan penggunaan lahan dari hutan menjadi lahan pertanian. Proses ini telah menyebabkan erosi tanah yang signifikan, terutama pada lahan dengan lereng curam dan intensitas curah hujan yang tinggi. Erosi ini mengancam keberlanjutan pertanian, berdampak langsung pada kualitas tanah dan produktivitas pertanian di wilayah tersebut. Penelitian ini memberikan kebaruan dalam menganalisis hubungan langsung antara kepadatan tanah, penggunaan lahan, lereng, dan erosi menggunakan pendekatan holistik yang mengintegrasikan curah hujan dan parameter fisik tanah. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survei lapangan pada tiga jenis penggunaan lahan (perkebunan cabai, perkebunan jeruk, dan hutan) dengan kemiringan lahan 15%, 25%, dan 35%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan kepadatan tanah tertinggi tercatat erosi terbesar, terutama pada kemiringan 15%. Analisis juga menunjukkan bahwa tanah dengan porositas yang lebih tinggi mampu menahan lebih banyak air, mengurangi aliran permukaan dan mengendalikan laju erosi. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa kepadatan tanah dan kemiringan lahan berperan penting dalam mempercepat erosi di wilayah Sub DAS Brantas Hulu. Praktik pengelolaan lahan yang konservatif seperti penanaman vegetasi penutup dan pembuatan terasering diperlukan untuk menjaga kestabilan tanah dan mendukung pertanian berkelanjutan di wilayah rawan erosi ini.