Ulil Amri Daulay
Universitas Satya Terra Bhinneka

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Disaster Mitigation Based on Regional Vulnerability Analysis of South Labuhanbatu Regency for Risk Reduction Planning Ulil Amri Daulay; Agus Purwoko; Prawidya Hariani RS; Ridwan; Rizky Wahyudi; Iskandar; Rizky Adrian
TERRA: Journal of Forest Management Vol. 2 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : Universitas Satya Terra Bhinneka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Disaster mitigation is a systematic effort to reduce disaster risks through pre-disaster planning, vulnerability reduction, and capacity building to support sustainable development. In South Labuhanbatu Regency, geographic conditions, climate change, and land-use dynamics, particularly lowlands, dense river networks, high rainfall, and extensive oil palm plantations, increase the risk of flooding and environmental degradation. Therefore, mitigation efforts must be specific, based on a vulnerability analysis that integrates environmental aspects into spatial planning strategies. Data analysis was conducted spatially using GIS through map digitization and georeferencing, land use classification, and overlay analysis between physical conditions of the region, land use, and disaster potential. Spatial analysis shows that is dominated by flood hazards, covering 34,224.8 Ha (9.59%) of the total area, mainly in Kampung Rakyat, Kotapinang, Sungai Kanan, and Torgamba, while Silangkitang is not flood-prone. Flood vulnerability is closely related to lowland areas along the Barumun Watershed, where peatland conditions and oil palm–dominated land use reduce infiltration and increase surface runoff. Landslide hazards are limited to Torgamba and Sungai Kanan due to hilly terrain and land clearing, while active fault intensity varies spatially, with the highest levels in Silangkitang, highlighting the importance of integrating geological risk into spatial planning.
Pengaruh Lama Pembakaran terhadap Pematahan Dormansi Benih Jabon Putih (Anthocephalus cadamba (Roxb.) Miq.) Rizky Wahyudi; Dayun Ifanda; Ulil Amri Daulay; Sundari Marsudi; Muhammad Yusuf Ibrahim; Budi Utomo
TERRA: Journal of Forest Management Vol. 2 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : Universitas Satya Terra Bhinneka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anthocephalus cadamba (Roxb) Miq, juga dikenal sebagai jabon putih, adalah tanaman yang tumbuh cepat. Jabon putih banyak dibudidayakan oleh masyarakat karena memiliki manfaat sebagai penghasil pulp, bahan baku perkakas, kayu lapis, dan papan partikel. Budidaya jabon secara seksual memiliki kendala di mana biji sulit berkecambah karena dormansi. Membran keras yang dimiliki biji jabon menjadi penghalang perkecambahan yang terjadi sehingga diperlukan perlakuan untuk melunakkan membran pada biji, yaitu dengan pembakaran. Penelitian ini dilakukan untuk menunjukkan efektivitas perlakuan dalam memecah dormansi biji jabon putih. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RUPS) dengan tiga ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah pembakaran selama 5 menit, 10 menit, 15 menit, 20 menit dan kontrol tanpa pembakaran. Berdasarkan hasil penelitian, jumlah biji berkecambah tertinggi diperoleh pada perlakuan pembakaran 10 menit, yaitu 9,33 biji. Perkecambahan tidak menunjukkan perbedaan signifikan berdasarkan durasi pembakaran. Namun, terdapat perbedaan signifikan dalam kecepatan pertumbuhan dengan hasil terbaik pada pembakaran 10 menit sebesar 1,34%/etmal, nilai perkecambahan terbesar pada pembakaran 10 menit sebesar 0,28%/hari, dan waktu rata-rata tercepat pada pembakaran 10 menit yaitu 8,16 hari. Tinggi kecambah hari ke-7 tidak menunjukkan perbedaan yang nyata dengan pertumbuhan tertinggi 3,30 cm pada perlakuan pembakaran 15 menit dan hari ke-14 menunjukkan hasil yang sangat berbeda dengan pertumbuhan tertinggi pada perlakuan pembakaran 10 menit sebesar 13,24 cm.