ABSTRAKKondisi dan sikap kerja yang tidak ergonomis adalah kondisi yang mengganggu kesehatan kerja dan dapat menimbulkan penyakit akibat kerja, seperti low back pain atau nyeri punggung bawah. Salah satu jenis pekerjaan duduk yang paling lama adalah menjahit, di mana penjahit sering berada dalam postur yang kaku, beban otot statis, dan tugas yang dilakukan berulang kali dengan kecepatan produksi yang tinggi. Proses menjahit dapat mempercepat kelelahan dan nyeri pada otot yang terlibat. Jika dilakukan setiap hari, dapat menyebabkan kerusakan atau kelainan otot, seperti keluhan LBP. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor keluhan low back pain pada penjahit di Rumah Jahit Akhwat (RJA) Makassar. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional study. Jumlah populasi sebanyak 65 orang. Adapun jumlah sampel sebanyak 33 orang diambil dengan teknik purposive sampling. Data diperoleh dari responden menggunakan kuesioner, timbangan dan microtoice untuk mendapatkan data status gizi, REBA untuk mendapatkan data sikap kerja, Nordic Body Map untuk mendapatkan data keluhan LBP dan Vibration Meter untuk mendapatkan data intensitas getaran. Data diolah dengan menggunakan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan faktor- faktor yang berhubungan dengan keluhan low back pain pada penjahit di RJA Makassar adalah status gizi, lama kerja, sikap kerja, beban kerja dan intensitas getaran mesin jahit dengan nilai p=0.005 (p<0.05). Adapun umur tidak memiliki hubungan dengan keluhan low back pain pada penjahit di RJA Makassar dengan nilai p=1.000 (p>0.05).Rekomendasi terhadap pekerja ialah memodifikasi stasiun kerja pekerja agar lebih nyaman dan mencegah keparahan keluhan low back pain.Kata Kunci: Low Back Pain, Penjahit, RJA MakassarIDENTIFICATION OF FACTORS CAUSING LOW BACK PAIN COMPLAINTS OF THE TAILORS IN RUMAH JAHIT AKHWAT (RJA) MAKASSARABSTRACTConditions and work attitudes that are not ergonomic are conditions that interfere with occupational health and can cause occupational diseases. Occupational diseases arising from non-ergonomic working conditions are low back pain. One of the most prolonged types of sitting work is sewing, in which the seamstress is often confined to rigid postures, static muscle loads, and repetitive tasks at high production rates. The sewing process can accelerate fatigue and pain in the muscles involved. If done every day, it can cause muscle damage or abnormalities, such as LBP complaints. Therefore, the purpose of this study was to identify the factors of low back pain complaints among seamstresses at the Rumah Jahit Akhawat (RJA). This type of research is analytic observational with a cross sectional study approach. Total population of 65 people. The total sample of 33 people was taken by purposive sampling technique. Data were obtained from respondents using questionnaires, scales and microtoise to obtain nutritional status data, REBA to obtain work attitude data, Nordic Body Map to obtain LBP complaint data and Vibration Meter to obtain vibration intensity data. The data is processed using the SPSS program. The results showed that the factors associated with complaints of low back pain in tailors at RJA Makassar were nutritional status, length of work, work attitude, workload and intensity of sewing machine vibration with a value of p=0.005 (p<0.05). Meanwhile, age has no relationship with complaints of low back pain in tailors at RJA Makassar with a value of p = 1,000 (p> 0.05). The recommendation for workers is to modify workers' work stations to make them more comfortable and prevent the severity of low back pain complaint.Keywords: Low Back Pain, Tailors, RJA Makassar