ABSTRAKLatar belakang :Pernikahan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal. Pernikahan dini atau menikah usia muda adalah pernikahan yang dilakukan sebelum seseorang mencapai usia dewasa, jika pihak pria sudah mencapai usia 19 tahun dan pihak wanita sudah mencapai 16 tahun. Paparan media informasi, seperti informasi kesehatan reproduksi dan metode kontrasepsi berhubungan dengan perilaku seksual pranikah remaja. Paparan media massa baik cetak (koran majalah, buku-buku porno) maupun elektronik (TV, VCD, Internet), mempunyai pengaruh terhadap remaja untuk melakukan hubungan seksual pranikah. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan media informasi dan dukungan keluarga dengan kejadian pernikahan usia remaja. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional pada 45 sampel dengan tehnik pengambilan total sampling. Analisis yang digunakan adalah univariat dan bivariat dengan chi square. Hasil penelitian ada hubungan yang signifikan media informasi dengan kejadian pernikahan usia remaja nilai p value 0,036 dan hubungan signifikan dukungan keluarga dengan kejadian pernikahan usia remaja nilai p value 0,034. Kesimpulan: Media informasi dan dukungan orang tua berhubungan dengan peningkatan kejadian pernikahan usia remaja. Diharapkan Pemerintah Desa Margo Bakti hendaknya terus melakukan tindakan promotif seperti penyuluhan dan pengetahuan bagi orang tua juga anak remaja tentang bahaya pernikahan dini.Kata Kunci: Media informasi, dukungan keluarga, pernikahan usia remajaTHE RELATIONSHIP OF INFORMATION MEDIA AND PARENTS SUPPORT WITH THE EVENT OF TEENAGE MARRIAGEABSTRACTBackground: Marriage is an inner and outer bond between a man and a woman as husband and wife with the aim of forming a happy and eternal family (household). Early marriage or marriage at a young age is a marriage that is carried out before a person reaches adulthood, if the man has reached the age of 19 years and the woman has reached 16 years. Information media exposure, such as information on reproductive health and contraceptive methods, is associated with adolescent premarital sexual behavior. Exposure to mass media, both printed (newspapers, magazines, pornographic books) and electronic (TV, VCD, Internet), has an influence on adolescents to have premarital sexual relations. Objective: This study aims to determine the relationship between information media and family support with the incidence of adolescent marriage. This study used a cross sectional design on 45 samples with a total sampling technique. The analysis used is univariate and bivariate with chi square. The results showed that there was a significant relationship between information media and the incidence of teenage marriage, p value of 0.036 and a significant relationship of family support with the incidence of teenage marriage, p value of 0.034. Conclusion: Media information and parental support are associated with an increase in the incidence of adolescent marriage. It is hoped that the Margo Bakti Village Government should continue to take promotive actions such as counseling and knowledge for parents and teenagers about the dangers of early marriage.Keywords: information media, family support, teenage marriage