AbstractVAP (Ventilator Associated Pneumonia) merupakan penyakit infeksi pneumonia terkait pelayanan kesehatan atau Healthcare Associated Infection (HAIs) yang paling umum ditemukan di ICU.Penggunaan ventilator meningkatkan risiko terjadinya HAIs 6-21 kali lipat dibandingkan tidak menggunakan ventilator dan meningkatkan terjadinya pneumonia 1-3% per hari selama terpasang ventilator. Di RSUD Siti Fatimah Palembang pasien yang menggunakan ventilasi mekanik dan di intubasi adalah sebanyak 56 pasien terhitung sejak tahun 2019 - tahun 2021. Namun dari data laporan surveilans PPI RSUDSiti Fatimah Palembang, belum ada penyajian data Insiden VAP pada pasien dengan penggunaan ventilasi mekanik, namun ada beberapa pasien menunjukkan adanya gejala pneumonia. Kejadian tersebut tidak terlepas dari peranan tenaga kesehatan terutama tenaga keperawatan sebagai tenaga mayoritas di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengetahuan perawat dalam menerapkan pencegahan VAPPenelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui indepth interview pada key informan yaitu 1 IPCN dan 1 IPCLN. Untuk informan terdiri dari 3 perawat ICU yang bekerja di ruang ICU RSUD Siti Fatimah Az-zahra Palembang. Didapatkan tema-tema penelitian yakni: Kebijakan dan program kerja tim PPIRS, Monitoring dan evaluasi pelaksanaan bundle atau pencegahan VAP, Sarana prasarana pemasangan ETT, Pencegahan terjadinya VAP di ICU, Faktor-faktor pencetus terjadinya kejadian VAP, SOP pemasangan ETT dan pemantauan kejadian VAP, indikasi pemasangan ventilator, dan Tanda dan gejala VAP. Disarankan kepada pihak rumah Sakit agar dapat memberikan variasi pelatihan lanjut atau khusus tentang keperawatan kritis terutama tindakan ventilasi mekanik sehingga perawat dapat menambah wawasan pengetahuan ilmu-ilmu terbaru sehingga dapat menambah kualitas perawat dalam menerapkan pencegahan VAP. Kata Kunci : Pengetahuan, Perawat, Penerapan VAP Bundle