This Author published in this journals
All Journal Jurnal Kesehatan
Susanti, M. Yamin, Weni Apriyani
STIKES Hesti Wira Sriwijaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil Terhadap Inisiasi Menyusu Dini di Poliklinik KIA Rumah Sakit Tingkat II dr. A.K.Gani Palembang: Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil Terhadap Inisiasi Menyusu Dini di Poliklinik KIA Rumah Sakit Tingkat II dr. A.K.Gani Palembang Susanti, M. Yamin, Weni Apriyani
Jurnal Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2019)
Publisher : STIKES Hesti Wira Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang : Insisiasi Menyusui Dini (IMD) merupakan salah satu langkah yang dapatditerapkan dalam penanganan pada suhu tubuh bayi baru lahir, dimana kulit ibu bersalin berfungsisebagai incubator untuk anaknya. Kulit ibu saat bersalin mengalami peningkatan suhu sekita 1-40C.Secara otomatis dapat mempengaruhi suhu bayi baru lahir yang rentan mengalami kehilanganpanas. IMD mengurangi resiko terjadinya kehilangan panas (hipotermi) pada bayi baru lahir yangdapat menimbulkan kematianTujuan : Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu HamilTerhadap Inisiasi Menyusu Dini di Poliklinik KIA Rumah Sakit Tingkat II dr. A.K.Gani PalembangMetode Penelitian : metode penelitian analitik, dengan pendekatan secara Cross Sectional yaitusuatu penelitian yang mempelajari hubungan antara variabel bebas (independent) dengan variabelterikat (dependent), dimana melakukan observasi atau pengukuran variabel sekaligus pada waktuyang sama. Hasil Penelitian : Pengetahuan Ibu hamil tentang Inisiasi Menyusu Dini termasuk dalamkategori di atas rata-rata yaitu sebanyak 26 responden (76,5 %) dan sikap ibu hamil tentang InisiasiMenyusu Dini termasuk dalam kategori positif yaitu 19 responden (55,9%). Kesimpulan : adahubungan antara pengetahuan ibu hamil dengan sikap terhadap Inisiasi Menyusu Dini dengan nilaip = 0,005. Disarankan bagi pemberi pelayanan kesehatan agar memasang gambar-gambar atauposter tentang Inisiasi Menyusu Dini di sarana pelayanan kesehatan, mengaktifkan kegiatan IMDdan Kelas Ibu Hamil yang melibatkan pasangan.Kata Kunci : IMD, Pengetahauan, SikapRelationship between Knowledge and Attitude of Pregnant Women on Early Initiation ofBreastfeeding at the KIA Polyclinic of Level II Hospitaldr. A.K.Gani PalembangABSTRACTBackground : Early Breastfeeding Initiation (IMD) is one of the steps that can be applied in handlingthe body temperature of newborns, where the skin of the mother in labor serves as an incubator forher child. Mother's skin during childbirth has an increase in temperature of about 1-4 0C. It canautomatically affect the temperature of newborns who are prone to heat loss. IMD reduces the riskof heat loss (hypothermia) in newborns which can cause deathObjective: This study aims to determine the relationship between knowledge and attitudes ofpregnant women towards early initiation of breastfeeding at the KIA Polyclinic, Level II Hospital, dr.A.K.Gani Palembang. Research Methods: analytical research method, with a Cross Sectionalapproach, which is a study that studies the relationship between the independent variable(independent) and the dependent variable (dependent), which makes observations ormeasurements of variables at the same time at the same time. Research Results: Knowledge ofpregnant women about Early Initiation of Breastfeeding is included in the category above the averageas many as 26 respondents (76.5%) and attitudes of pregnant women about Early Initiation ofBreastfeeding are included in the positive category, namely 19 respondents (55.9%). Conclusion:there is a relationship between knowledge of pregnant women with attitudes towards Early Initiationof Breastfeeding with p value = 0.005. It is recommended for health care providers to install picturesor posters about Early Initiation of Breastfeeding in health care facilities, activate IMD activities andPregnant Women Classes involving partners.Keywords: IMD, Knowledge, Attitude
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Hiperemesis Gravidarum di Ruang Kebidanan Rumah Sakit Tingkat II dr. Ak.Gani Palembang: Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Hiperemesis Gravidarum di Ruang Kebidanan Rumah Sakit Tingkat II dr. Ak.Gani Palembang Susanti, M. Yamin, Weni Apriyani
Jurnal Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2021)
Publisher : STIKES Hesti Wira Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang : Mual dan muntah merupakan hal yang normal dalam kehamilan, mual dan muntah sering terjadi pada kehamilan berusia muda, yaitu dimulai dari minggu ke 6 setelah hari pertama haid terakhir dan berlangsung selama kurang lebih 10 minggu. Berdasarkan Data Departemen Kesehatan Republik Indonesia tahun 2016, di Indonesia diperoleh data ibu mual dan muntah mencapai 14,8 % dari seluruh kehamilan. Keluhan mual dan muntah terjadi pada 60-80 % primigravida dan 40-60 % multigravida. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan terjadinya hiperemesis gravidarum di RS Tingkat II dr AK Gani PalembangMetode Penelitian : pendekatan Cross Sectional yaitu suatu penelitian yang mempelajari hubungan antara variabel bebas (independen) dengan variabel terikat (dependen), dimana melakukan observasi atau pengukuran variabel sekaligus pada waktu yang sama. Hasil Penelitian : dari 265 ibu hamil yang dirawat, yang mengalami HEG sebanyak 34 orang (12,83%) sedangkan yang tidak mengalami HEG 231 (87,17%). Kesimpulan : Ada hubungan bermakna antara umur ibu dengan kejadian HEG (ρ : 0,013), ada hubungan bermakna antara paritas dengan kejadian HEG (ρ : 0,002)dan tidak ada hubungan antara pekerjaan ibu dengan kejadian HEG (p : 0,520) di RS Tingkat II dr. AK Gani Palembang tahun 2019. Disarankan bagi pemberi pelayanan kesehatan agar tetap meningkatkan KIE pada ibu hamil tentang pencegahan dan cara mengatasi HEG. Kata Kunci : HEG, Umur, Paritas, PekerjaanABSTRACTBackground : Nausea and vomiting are normal in pregnancy, nausea and vomiting often occur in young pregnancies, starting from the 6th week after the first day of the last menstruation and lasting for approximately 10 weeks. Based on data from the Ministry of Health of the Republic of Indonesia in 2016, in Indonesia, data on nausea and vomiting reached 14.8% of all pregnancies. Complaints of nausea and vomiting occur in 60-80% primigravida and 40-60% multigravida. Objective: This study aims to determine the factors associated with the occurrence of hyperemesis gravidarum in Level II Hospital Dr AK Gani Palembang.Research Methods: Cross Sectional approach, which is a study that studies the relationship between the independent variable (independent) and the dependent variable (dependent), which conducts observations or measurements of variables at the same time at the same time. Results: Of the 265 pregnant women who were treated, 34 people experienced HEG (12.83%) while those who did not experienced HEG were 231 (87.17%). Conclusion: There is a significant relationship between maternal age and the incidence of HEG (ρ: 0.013), there is a significant relationship between parity and the incidence of HEG (ρ: 0.002) and there is no relationship between maternal occupation and the incidence of HEG (p: 0.520) in Level II Hospital dr. . AK Gani Palembang in 2019. It is recommended for health service providers to continue to improve IEC in pregnant women regarding prevention and how to overcome HEG.Keywords: HEG, Age, Parity, Occupation