ABSTRAKLatar Belakang : Mual dan muntah merupakan hal yang normal dalam kehamilan, mual dan muntah sering terjadi pada kehamilan berusia muda, yaitu dimulai dari minggu ke 6 setelah hari pertama haid terakhir dan berlangsung selama kurang lebih 10 minggu. Berdasarkan Data Departemen Kesehatan Republik Indonesia tahun 2016, di Indonesia diperoleh data ibu mual dan muntah mencapai 14,8 % dari seluruh kehamilan. Keluhan mual dan muntah terjadi pada 60-80 % primigravida dan 40-60 % multigravida. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan terjadinya hiperemesis gravidarum di RS Tingkat II dr AK Gani PalembangMetode Penelitian : pendekatan Cross Sectional yaitu suatu penelitian yang mempelajari hubungan antara variabel bebas (independen) dengan variabel terikat (dependen), dimana melakukan observasi atau pengukuran variabel sekaligus pada waktu yang sama. Hasil Penelitian : dari 265 ibu hamil yang dirawat, yang mengalami HEG sebanyak 34 orang (12,83%) sedangkan yang tidak mengalami HEG 231 (87,17%). Kesimpulan : Ada hubungan bermakna antara umur ibu dengan kejadian HEG (ρ : 0,013), ada hubungan bermakna antara paritas dengan kejadian HEG (ρ : 0,002)dan tidak ada hubungan antara pekerjaan ibu dengan kejadian HEG (p : 0,520) di RS Tingkat II dr. AK Gani Palembang tahun 2019. Disarankan bagi pemberi pelayanan kesehatan agar tetap meningkatkan KIE pada ibu hamil tentang pencegahan dan cara mengatasi HEG. Kata Kunci : HEG, Umur, Paritas, PekerjaanABSTRACTBackground : Nausea and vomiting are normal in pregnancy, nausea and vomiting often occur in young pregnancies, starting from the 6th week after the first day of the last menstruation and lasting for approximately 10 weeks. Based on data from the Ministry of Health of the Republic of Indonesia in 2016, in Indonesia, data on nausea and vomiting reached 14.8% of all pregnancies. Complaints of nausea and vomiting occur in 60-80% primigravida and 40-60% multigravida. Objective: This study aims to determine the factors associated with the occurrence of hyperemesis gravidarum in Level II Hospital Dr AK Gani Palembang.Research Methods: Cross Sectional approach, which is a study that studies the relationship between the independent variable (independent) and the dependent variable (dependent), which conducts observations or measurements of variables at the same time at the same time. Results: Of the 265 pregnant women who were treated, 34 people experienced HEG (12.83%) while those who did not experienced HEG were 231 (87.17%). Conclusion: There is a significant relationship between maternal age and the incidence of HEG (ρ: 0.013), there is a significant relationship between parity and the incidence of HEG (ρ: 0.002) and there is no relationship between maternal occupation and the incidence of HEG (p: 0.520) in Level II Hospital dr. . AK Gani Palembang in 2019. It is recommended for health service providers to continue to improve IEC in pregnant women regarding prevention and how to overcome HEG.Keywords: HEG, Age, Parity, Occupation