kristiana prasetia
sekolah tinggi ilmu kesehatan elisabeth

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

GAMBARAN SELF-MANAGEMENT PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI PUSKESMAS MRANGGEN 2 PADA MASA PANDEMI COVID-19 kristiana prasetia
Jurnal Kesehatan Elisabeth Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan Elisabeth: Juli 2024
Publisher : Stikes Elisabeth Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70378/jke.v1i1.4

Abstract

Pada penderita Diabetes Melitus sangat diperlukan pemantauan pemahaman perilaku salah satunya adalah gambaran Self-Management, dalam melakukan Self-Management yang terdiri sari perilaku diet, Latihan fisik, pemantauan gula darah, perawatan kaki, dan melakukan pengobatan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana gambaran Self-Management pada pasien Diabetes Melitus Pada Masa Pandemi COVID-19. Desain penelitian ini menggunakan Deskrptif Karena tidak melakukan intervensi dan perlakuan. Sampel penelitian berjumlah 43 orang yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dengan Teknik consecutive samplingBerdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti didapat data bahwa berdasarkan usia yang paling banyak adalah usia 46-50 tahun berjumlah 36 responden (83,7%) berusia 51-55 tahun berjumlah 7 responden (16,3%), berdasarkan jenis kelamin paling banyak adalah berjenis kelamin laki-laki sebanyak 23 responden (53,5%) sedangkan perempuan 20 responden (46,5%), berdasarakan tingkat Pendidikan paling banyak adalah SMA yang berjumlah 30 responden (69,8%) untuk yang SMP berjumlah 13 responden (30,2%), berdasarkan pekerjaan yang paling banyak adalag bekerka sebagai pedagang ,berdasarkan Riwayat penyakit keturunan paling banyak adalah tidak ada penyakit keturunan sebanyak 25 responden (58,1%) Pada Self-Management terdapat 17 responden (39,5%) melakukan dengan baik dan 26 responden (60,5%) melakukan dengan cukup Responden yang sudah melakukan Self-Management dengan baik ada 17 responden dan yang Cukup ada 26 responden
HUBUNGAN TINGKAT SOSIAL EKONOMI DENGAN KEPATUHAN MENJALANI FISIOTERAPI PASIEN PASCA STROKE DI RSUD K.R.M.T WONGSONEGORO SEMARANG kristiana prasetia
Jurnal Kesehatan Elisabeth Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan Elisabeth: Juli 2024
Publisher : Stikes Elisabeth Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70378/jke.v1i1.8

Abstract

Pasca stroke merupakan suatu tahap yang akan dijalani apabila pasien telah mengalami stroke sebelumnya. Kecacatan yang ditimbulkan akibat stroke dapat berupa kelemahan anggota gerak dan kesulitan dalam berbicara. Salah satu penanganan pasca stroke yaitu rehabilitasi medik (fisioterapi). Perawatan memerlukan waktu yang panjang sehingga menimbulkan banyak perubahan pada kehidupan penderita dan keluarganya. Faktor sosial ekonomi merupakan salah satu bentuk pemicu ketidakpatuhan menjalankan fisioterapi pada pasien pasca stroke. Desain penelitian ini menggunakan deskriptif analitik kuantitatif. Sampel menggunakan perhitungan slovin sebanyak 60 responden diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian dilakukan pada 19-28 Agustus 2022. Data tingkat sosial ekonomi diperoleh dari pengisian kuesioner dan data kepatuhan menjalani fisioterapi  diperoleh dari observasi rekam medik. Uji Statistik menggunakan Chi squere untuk melihat hubungan tingkat sosial ekonomi dengan kepatuhan menjalani fisioterapi pasien pasca stroke. Hasil penelitian ini didapatkan p value 0,079 > 0,05 yang dapat disumpulkan bahwa tidak ada hubungan antara tingkat sosial ekonomi dengan kepatuhan menjalani fisioterapi pasien paca stroke.
Studi Literatur : Terapi-Terapi Mobilitas Terhadap Tingkat Kemampuan Mobilitas Dan Kualitas Hidup Pada Pasien Pasca Stroke kristiana prasetia; Margareta Cinda; Niken Setyaningrum
Jurnal Kesehatan Elisabeth Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan Elisabeth: Desember 2024
Publisher : Stikes Elisabeth Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70378/jke.v1i2.22

Abstract

Stroke adalah kerusakan otak akibat berkurangnya aliran darah ke otak. Penurunan aliran darah ke otak dapat disebabkan oleh tersumbatnya pembuluh darah di otak sehingga menyebabkan kelemahan otot, kelumpuhan, kekakuan, atau perubahan sensasi, pada satu sisi tubuh. Dengan terapi mobilitas seperti mobilisasi dini dan sling terapi sedini mingkin, diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan otot-otot anggota gerak dan meminimalkan kekakuan, serta mengurangi komplikasi. Satu bagian dari rehabilitas adalah mobilitas. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui terapi-terapi mobilitas terhadap tingkat kemampuan mobilitas dan kualitas hidup pada pasien pasca stroke. Penelitian literature review. Kriteria inklusi pasien pasca stroke, menggunakan desain quasi experimental studies, randomized conrol and trial, dan rondomized pilot study, tahun 2010- 2020 dalam bahasa indonesia dan inggris. Kriteria ekslusi Pasien bukan pasca stroke, deskriptif, korelasional, study fenomenologi, etnografi, grounded theory dan systematic review, diterbitkan kurang dari tahun 2010 dan bukan bahasa selain indonesia dan inggris. Berdasarkan tiga artikel yang telah dianalisis, menghasilkan 5 tema yaitu: terapi-terapi mobilitas pada pasien pasca stroke yang meningkatkan tingkat kemampuan mobilitas dan kualitas hidup. Selain meningkatkan tingkat kemampuan mobilitas dan kualitas hidup, terapi-terapi mobilitas dapat meningkatkan keseimbangan, aktivitas sehari-hari, nyeri bahu dan fungsi tubuh serta kemandirian fungsional pada pasien stroke. Terapi-terapi mobilitas seperti mobilisasi dini, sling terapi, sircuit class therapy trunk regimes, dan talocrural mobilization aman dan efektif serta dapat diterapkan dalam meningkatkan kemampuan mobilitas dan kualitas hidup pada pasien pasca stroke
Tinjauan Literatur : Terapi Berbasis Spiritual Untuk Meningkatkan Kualitas Tidur Untuk Lansia kristiana prasetia; Cristina Dewi; Raimonda Vitani
Jurnal Kesehatan Elisabeth Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan Elisabeth: Desember 2024
Publisher : Stikes Elisabeth Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70378/02n8q020

Abstract

Kurangnya dorongan atau motivasi terhadap lansia semakin memperparah adanya kualitas tidur dan hipertensi pada lansia. Terkadang orang-orang disekitar lansia tidak menyadari bahwa dorongan atau motivasi yang diberikan kepada lansia mampu memberikan pengaruh positif terhadap tingkat kesehatan lansia. Tujuan penelitian untuk mengetahui secara spesifik terapi berbasis spiritual untuk meningkatkan kualitas tidur pasien hipertensi. Pencarian artikel menggunakan Google scolar, google , portal garuda, dll untuk menemukan artikel sesuai kriteria inklusi dan ekslusi kemudian dilakukan reviewer. Berdasarkan 10 jurnal atau artikel yang telah dilakukan review secara signifikan memberikan pengaruh terapi berbasis spiritual untuk meningkatkan kualitas tidur pasien hipertensi. Ketidakseimbangan hormon kortisol akan menyebabkan ketidakseimbangan hormone yang dihasilkan oleh kelenjar adrenal salah satunya adalah katekolamin yang terdiri dari epinefrin dan noreprinefrin yang bekerja pada saraf simpatis yang menyebabkan penyempitan pembuluh darah sehingga dapat menyebabkan kualitas tidur terganggu. Terapi berbasis spiritual terahadap kualitas tidur dapat berkaitan satu sama lain sehingga ada pengaruh , hal ini terjadi karena kedekatan dengan Tuhan akan memberikan perspektif hidup yang baru dan mendatangkan kekuatan bagi manusia dalam menjalani hidup.