Andri Kenti Gayatina
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Elisabeth Semarang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGALAMAN PENGASUH DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN TIDUR ANAK CEREBRAL PALSY Andri Kenti Gayatina; Finoria Pinto; Eka Wahyuningrum
Jurnal Kesehatan Elisabeth Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan Elisabeth: Desember 2024
Publisher : Stikes Elisabeth Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70378/jke.v1i2.17

Abstract

Latar Belakang: Cerebral Palsy (CP) merupakan gangguan motorik atau kerusakan otak yang mempengaruhi fungsi motorik dan postur tubuh seseorang yang disebabkan oleh adanya gangguan pada otak yang berfungsi untuk mengontrol keterampilan motorik. Permasalahan pada CP adalah keseimbangan dan koordinasi pada motorik dan postur tubuh yang biasanya terlihat pada masa bayi atau pada anak usia dini. World Health Organization (WHO) melaporkan bahwa prevalensi CP berkisar 1,5-4 per 1.000 kelahiran hidup dengan jumlah penderita 40% penyandang disabilitas di dunia dengan standar  pelayanan kesehatan yang  masih rendah. Pola tidur pada anak CP yang sering berubah-ubah tentunya dibutuhkan upaya dari pengasuh dalam memenuhi kebutuhan tidur anak CP. Kebutuhan tidur anak CP di PACG Semarang tidak terpenuhi serta siklus tidur anak CP selalu berubah-ubah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi pengalaman pengasuh dalam memenuhi kebutuhan tidur anak CP. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi fenomenologis. Lokasi penelitian di Panti Asuhan Cacat Ganda (PACG) Bongsari Semarang dengan jumlah partisipan sebanyak 3 orang yang merupakan pengasuh yang melayani anak-anak CP. Pengambilan data dengan melakukan wawancara mendalam menggunakan pedoman wawancara. Hasil wawancara dibuat transkrip dan dianalisis menggunakan metode Colaizzi. Hasil: Hasil penelitian didapatkan empat tema yaitu perubahan pola tidur, mengisi kegiatan saat tidak bisa tidur, lama waktu tidur, upaya memenuhi kebutuhan tidur. Diharapkan adanya pelatihan tidur yang tepat harus dilaksanakan untuk memberdayakan anak CP dengan pengetahuan, keterampilan dan kepercayaan diri, sebagai tenaga medis, diharapkan terlibat dalam perawatan rehabilitatif anak-anak CP, dengan demikian berperan bersama dalam mendeteksi dan mengelola masalah tidur. Simpulan: Pengalaman pengasuh dalam menangani anak-anak CP, bahwa kebutuhan tidur mereka belum terpenuhi, seperti anak-anak sehat pada umumnya. Pola tidur anak-anak CP selalu berubah-ubah siklusnya.
Gambaran Tingkat Kecemasan pada Orang Tua dengan Anak Cerebral Palsy Usia Sekolah Andri Kenti Gayatina; Hilarius Wahyu Rosario; Apolonia Antonilda Ina
Jurnal Kesehatan Elisabeth Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan Elisabeth: Desember 2025
Publisher : Stikes Elisabeth Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70378/5f1gf439

Abstract

Pendahuluan : Cerebral Palsy (CP) merupakan gangguan nonprogresif yang menyebabkan gangguan pada perkembangan gerakan. Kasus CP mencapai 0,1% dari 863.402 jiwa. Artinya terdapat 863 orang penyandang CP pada tahun 2023 di Indonesia. Angka prevalensi CP di Jawa Tengah pada tahun 2023 mencapai 116 kasus. Penelitian tahun 2024 menunjukan 37 responden (100%) mengalami kecemasan tinggi. Pada tahun yang sama, penelitian yang dilakukan di Sulawesi Tenggara kepada 100 responden dengan ABK, mengalami kecemasan tinggi (47%). Tujuan penelitian ini mengetahui gambaran tingkat kecemasan pada orang tua dengan anak CP usia sekolah. Metode: Desain penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah  orang tua dengan CP usia sekolah di Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Semarang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Jumlah sampel penelitian ini adalah 67 responden. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner HARS (Hamilton Anxiety Rating Scale). Hasil data dianalisis menggunakan analisis data univariat. Hasil: Responden yang mengalami tingkat kecemasan ringan adalah 59 responden dengan persentase sebesar 88,1%, kecemasan sedang berjumlah 6 responden dengan persentase 9%, sedangkan kecemasan berat terdapat 2 responden dengan persentase 3%. Kesimpulan: Sebagian besar orang tua dengan anak CP usia sekolah di YPAC Semarang mengalami tingkat kecemasan ringan.