Dwi Retnaningsih
Universitas Widya Husada, Semarang, Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Studi Kasus: Pengaruh ROP terhadap Ansietas pada Pasien Pre Operasi di RSU Aro Kota Pekalongan Nur Kholidah; Dwi Retnaningsih
Jurnal Kesehatan Elisabeth Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan Elisabeth: Desember 2025
Publisher : Stikes Elisabeth Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70378/3agj6509

Abstract

Kecemasan merupakan masalah umum yang dialami pasien menjelang tindakan operasi, termasuk pada kasus hernia inguinalis lateralis. Kondisi ini dapat berdampak pada kestabilan fisiologis, hasil pembedahan, serta proses pemulihan. Salah satu intervensi non-farmakologis yang dapat digunakan untuk menurunkan kecemasan adalah teknik relaksasi otot progresif (ROP). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian ROP terhadap tingkat kecemasan pasien pre operasi di RSU Aro Kota Pekalongan. metode studi kasus aplikasi intervensi relaksasi otot progresif terhadap kecemasan pada pasien pre operasi. Sampel terdiri dari empat pasien yang akan menjalani operasi hernia inguinalis lateralis, dipilih secara incidental sampling. Intervensi ROP diberikan dua kali sehari sebelum tindakan operasi, dan tingkat kecemasan diukur menggunakan Zung Self-Rating Anxiety Scale (ZSAS). Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan signifikan pada tingkat kecemasan setelah dilakukan intervensi, dengan rata-rata skor sebelum ROP sebesar 18,17 dan sesudah ROP menurun menjadi 12,57. Hasil penerapan disimpula terdapat pengaruh signifikan ROP terhadap penurunan kecemasan pasien pre operasi dengan dilihat dari hasil kuesioner dan pernyataan responden. Kesimpulannya, teknik ROP terbukti efektif, praktis, dan aman untuk mengurangi kecemasan pasien sebelum operasi, sehingga direkomendasikan sebagai bagian dari asuhan keperawatan perioperatif.
Studi Kasus: Pengaruh Teknik Relaksasi Benson terhadap Kecemasan Pasien Preoperasi di RSU ARO Pekalongan Taufik Syarifudin; Dwi Retnaningsih
Jurnal Kesehatan Elisabeth Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan Elisabeth: Desember 2025
Publisher : Stikes Elisabeth Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70378/cqkyrv36

Abstract

Kecemasan merupakan salah satu masalah psikologis yang sering muncul pada pasien preoperasi. Kondisi ini dapat berdampak pada perubahan fisiologis seperti peningkatan tekanan darah, denyut jantung, serta menurunkan kesiapan pasien menghadapi pembedahan. Relaksasi Benson merupakan intervensi nonfarmakologis sederhana, murah, dan efektif untuk menurunkan kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh relaksasi Benson terhadap kecemasan pasien preoperasi di RSU ARO Pekalongan. Metode penelitian menggunakan.  Studi kasus dilakukan pada 4 pasien preoperasi yang memenuhi kriteria (usia ≥18 tahun, operasi elektif, skor HARS ≥14, kondisi stabil, bersedia ikut). Responden dengan gangguan kognitif, nyeri berat, hambatan komunikasi, atau menolak intervensi dikeluarkan. Tingkat kecemasan diukur menggunakan kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) sebelum dan sesudah intervensi. analisa membandingkan tingkat kecemasan sebelum dan sesudah intervensi teknik relaksasi benson.
Studi Kasus: Pengaruh Posisi Semi Fowler terhadap Peningkatan Saturasi Oksigen pada Pasien Congestive Heart Failure (CHF) di Ruang ICU RS Roemani Semarang Esta Catur Marganing Tyas; Dwi Retnaningsih
Jurnal Kesehatan Elisabeth Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan Elisabeth: Desember 2025
Publisher : Stikes Elisabeth Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70378/y9cg6m58

Abstract

Latar Belakang : Congestive Heart Failure merupakan kondisi ketidakmampuan jantung dalam memompa ataupun menyuplaikan kebutuhan metabolis dalam tubuh yang bisa menyebabkan terjadinya hipoksia. Hipoksia terjadi karena rendahnya transfer O2 dari paru ke aliran darah, yang dapat diketahui dengan melakukan pemantauan nilai saturasi oksigen. Pengaturan, posisi semi fowler Pada pasien Congestive Heart Failure dapat meningkatkan ekspansi paru paru sehingga oksigen lebih mudah masuk ke paru-paru dan pola pernapasan optimal. Tujuan : Studi kasus ini untuk mengetahui pengaruh pemberian posisi semi fowler terhadap peningkatan kadar saturasi oksigen pada pasien Congestive Heart Failure. Metode: Studi kasus ini menggunakan metode pemilihan kelompok eksperimen dengan rancangan one group with pre-post-test design terhadap 5 responden yang memenuhi kriteria pasien dengan Congestive Heart Failure di ruang ICU dengan saturasi < 95%. Kadar saturasi di ukur menggunakan oxymetri dan dilakukan sebelum dan sesudah diberikan interveni posisi semi fowler, pemberian posisi selama 10 menit.Studi kasus dilakukan di ruang ICU RS Roemani Muhammadiyah Semarang. Hasil : Studi kasus ini menunjukan hasil adanya pengaruh yang signifikan pada penerapan posisi semi fowler terhadap peningkatan kadar saturasi oksigen pada pasien Congestive Heart Failure dengan nilai rata – rata saturasi sebelum intervensi 90% – 94% meningkat menjadi 97% - 99% setelah diberikn intervensi semi fowler. Kesimpulan : Dari hasil studi kasus dapat disimpulkan bahwa penerapan posisi semi fowler sangat efektif dalam meningkatkan kadar saturasi oksigen pada pasien Congestive Heart Failure di ruang ICU RS Roemani Muhammadiyah Semarang. Sehingga posisi semi fowler ini dapat dijadikan rekomendasi intervensi keperawatan yang signifikan untuk manajemen sesak napas dan optimasi ventilasi paru-paru.
Studi Kasus: Pengaruh Terapi Murottal Qur’an Surah Al-Fatihah terhadap Tingkat Nyeri Anak Usia Sekolah pada Saat Pemasangan Infus di Ruang IGD RSUD Limpung Firdaus Firmansyah; Dwi Retnaningsih
Jurnal Kesehatan Elisabeth Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan Elisabeth: Desember 2025
Publisher : Stikes Elisabeth Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70378/y9f56413

Abstract

Pemasangan infus merupakan tindakan invasif yang sering menimbulkan nyeri pada anak usia sekolah, sehingga memicu kecemasan, penolakan tindakan, hingga risiko trauma psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi murottal Qur’an Surah Al-Fatihah terhadap tingkat nyeri anak usia sekolah saat pemasangan infus di IGD RSUD Limpung. Desain penelitian menggunakan quasi experiment dengan rancangan posttest only non-equivalent control group. Sampel terdiri dari anak usia 7–12 tahun, dibagi menjadi kelompok intervensi yang diberikan murottal Qur’an ±5 menit sebelum dan selama prosedur, serta kelompok kontrol tanpa intervensi. Tingkat nyeri diukur dengan Numeric Rating Scale (NRS). Hasil penelitian menunjukkan kelompok kontrol mayoritas mengalami nyeri sedang (75%) hingga berat (25%), sedangkan kelompok intervensi mayoritas mengalami nyeri ringan (81,2%) dan sisanya nyeri sedang (18,8%). Analisis menggunakan uji Wilcoxon memperoleh nilai p = 0,000 (<0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan tingkat nyeri antara kedua kelompok. Kesimpulan penelitian ini adalah terapi murottal Qur’an Surah Al-Fatihah efektif menurunkan intensitas nyeri anak saat pemasangan infus, mudah diterapkan, murah, dan tanpa efek samping, sehingga layak dijadikan intervensi nonfarmakologi dalam manajemen nyeri anak di rumah sakit.