Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PRESERVASI BUDAYA LOKAL DALAM MENGISI KEMAJUAN PARIWISATA ALAM PULAU NUSA PENIDA - BALI sudiarta ketut
Satya Sastraharing : Jurnal Manajemen Vol 3 No 01 (2019): Satya Sastraharing: Jurnal Manajemen
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Jurnal ini menguraikan tentang preservasi budaya lokal di Pulau Nusa Penida yang memiliki wisata alam yang sangat mempesona namun belum maksimal dalam atraksi wisata khususnya wisata budaya khas Nusa Penida. Preservasi dalam jurnal ini lebih menekankan kepada usaha-usaha pelestarian budaya asli Nusa Penida, selain sebagai eksistensi agar terhindar dari kepunahan juga menekankan usaha pelestarian budaya lokal agar tetap bisa lestari dan berkembang serta membuat masyarakat makin cinta akan budayanya sendiri. Preservasi dalam jurnal ini lebih menitikberatkan pada usaha-usaha pelestarian dengan maksud agar jangan sampai esensi dan nilai-nilai yang terkandung di dalam budaya tersebut tergerus akibat dari pemanfaatan budaya sebagai atraksi wisata yang berlebihan. Kata Kunci : pelestarian budaya, Nusa Penida, esensi dan nilai-nilai
GAGAP KOMUNIKASI MENGHADAPI KEMAJUAN PARIWISATA PULAU NUSA PENIDA (Studi Kasus pada Pemerintah Kabupaten Klungkung) sudiarta ketut
Satya Sastraharing : Jurnal Manajemen Vol 3 No 2 (2019): Satya Sastraharing: Jurnal Manajemen
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini adalah sebuah studi kasus dengan mengambil kasus komunikasi Pemerintah Kabupaten Klungkung terhadap masyarakat Nusa Penida dalam menghadapi kemajuan pariwisata Nusa Penida. Ekspektasi masyarakat terhadap pemerintah yang terlanjur sudah membumbung tinggi akan perubahan infrastruktur yang berbanding terbalik dengan realita yang dihadapi membuat keluhan-keluhan masyarakat susah untuk dijawab sempurna oleh pemerintah. Kegagalan menangani keluhan masyarakat ini menghambat komunikasi pemerintah. Mitigasi risiko yang lemah dalam menghadapi kemajuan pariwisata menimbulkan culture shock yang besar dan mengurangi public trust kepada pemerintah. Pemahaman tentang kendala dan tantangan-tantangan dalam mewujudkan cita-cita masyarakat yang dihadapi pemerintah belum dapat disampaikan ke masyarakat secara luas dan masif dengan bahasa yang sederhana dan membumi yang menyentuh emosi masyarakat. Ketidakmaksimalan pegawai pemerintah sebagai humas di era digital ini bukan lagi persoalan sumber daya manusianya, tapi lebih karena sikap ewuh pakewuh pada atasan yang menyebabkan pegawai pemerintah menjadi gagap dalam berkomunikasi. Bagi pegawai pemerintah merubah mindset dan bekerja inovatif dan kreatif, berpikir holistik dan lintas sektoral akan menyebabkan terjadinya transformasi menuju kinerja pemerintahan yang mampu beradaptasi dengan perubahan sosial yang begitu pesat. Kata kunci : Gagap komunikasi, ekspektasi tinggi, kemajuan pariwisata