Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Manajemen Literasi Informasi gusti ayu
Satya Sastraharing : Jurnal Manajemen Vol 3 No 01 (2019): Satya Sastraharing: Jurnal Manajemen
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Literasi informasi merupakan serangkaian kemampuan dan pengetahuan yang diperlukan seseorang untuk mengetahui kapan informasi tersebut diperlukan, serta kemampuan seseorang untuk mencari, menggunakan, mengevaluasi dan memanfaatkan serta mengkomunikasikannya secara efektif. Secara umum literasi informasi dapat diartikan sebagai melek pengetahuan atau keberaksaraan informasi . Tujuan literasi informasi adalah untuk mempersiapkan individu agar mampu melakukan pembelajaran seumur hidup,. meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berfikir kritis. Tujuan lainnya yaitu meningkatkan kemampuan masyarakat untuk mengevaluasi informasi ditengah ledakan informasi yang lebih efesien, efektif, relevan, etis, legal dan terhindar dari plagiatisme. Tulisan ini membahas kegiatan literasi informasi yang merupakan program perpustakaan dalam tugasnya sebagai salah satu organisasi pengelola informasi. Pustakawan sebagai fasilitator informasi di perpustakaan diharapkan menjadi manajemen literasi informasi dengan memiliki keahlian yaitu : manajemen informasi (information management skill), mampu mengelola dan menggunakan informasi, menciptakan dan membuat informasi, organisasi informasi dan menyebarkan informasi.. Kata Kunci: Pustakawan, Manajemen, Literasi Informasi
KOMPETENSI PUSTAKAWAN DALAM MANAJEMEN PENGETAHUAN gusti ayu
Satya Sastraharing : Jurnal Manajemen Vol 3 No 2 (2019): Satya Sastraharing: Jurnal Manajemen
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Manajemen pengetahuan mencakup belajar yang efektif untuk mengelola pengetahuan baik sebagai objek maupun sebagai proses. Pembelajaran ini mengharuskan para manajemen untuk mengembangkan pemahaman umum tentang apa pengetahuan, serta apa metode yang efesien dan sistematis untuk mengelola pengetahuan tersebut dalam organisasi. Tulisan ini menggali fenomena manajemen pengetahuan yang telah lama berkembang yang sangat bersentuhan dengan informasi dan pengetahuann dewasa ini. Pustakawan sebagai subyek pemberdaya pengetahuan (knowledge enabler) diharapkan mampu mengembangkan konsep manajemen pengetahuan. Sesuai latar belakang penulis seorang pustakawan (librarian) maka konsep manajemen yang di bahas dalam tulisan ini diarahkan pada peran pustakawan fungsional yang berada dalam lingkungan manajemen organisasi perpustakaan. Pustakawan seharusnya berupaya mengidentifikasi pengetahuan dan mengembangkan sistem yang diperlukan untuk menangani dan mengelola pengetahuan. Untuk mencapai upaya tersebut maka, pustakawan tetap harus memprakarsai dan menumbuhkan serta mengembangkan sistem agar pengetahuan bisa di implementasikan. Solusi yang harus dipenuhi oleh pustakawan dalam memberdayakan pengetahuan antara lain : pustakawan harus dapat meningkatkan kemampuan dalam teknologi informasi yang memadai, mengembangkan komunikasi ilmiah bagi sesama pustakawan, menumbuhkan jiwa kewirahusahaan dan bisnis, dan pustakawan diharapkan mampu meningkatkan kompetensi, manajerial dan kepemimpinan berbasis informasi. Kata Kunci: Pustakawan, Manajemen, Pengetahuan
TAT TWAM ASI DALAM PELAYANAN PRIMA DI PERPUSTAKAAN MENURUT KITAB SARASAMUCCAYA gusti ayu
Satya Sastraharing : Jurnal Manajemen Vol 4 No 1 (2020): Satya Sastraharing: Jurnal Manajemen
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/satya-sastraharing.v4i1.487

Abstract

Pelayanan prima merupakan upaya yang dilakukan oleh pustakawan untuk mewujudkan perpustakaan yang bisa berkontribusi dan berinklusi sosial bagi masyarakat sekitar. Pelayanan prima yang dibahas di sini erat kaitannya dengan pelayanan yang dilakukan pustakawan kepada pengunjung perpustakaan. Beberapa hal yang harus dilaksanakan oleh perpustakaan untuk mewujudkan layanan prima antara lain kecepatan dan keakuratan pustakawan dalam mencari informasi, kemudahan cara mencari informasi, sikap dan sifat pustakawan dalam memberikan layanan dengan menganggap orang lain (pengunjung) adalah dirinya sendiri, serta kenyamanan yang bisa diberikan oleh perpustakaan kepada pengunjung. Tat twam asi adalah ajaran Hindu yang mengajarkan tentang kesamaan martabat manusia yang menganggap orang lain adalah diri kita sendiri. Ajaran ini sesuai dengan tujuan perpustakaan dalam mewujudkan pelayanan prima. Tat twam asi dalam kitab sarasamuccaya mengajarkan delapan hal yaitu (1) tidak menyimpang dari ajaran dharma (2) mengendalikan pikiran, perkataan dan perbuatan (3) tinggalkan sifat dengki dan iri hati (4) kesabaran adalah kekayaan utama (5) Kemarahan adalah sumber musuh (6) Jangan berkata kasar (7) susila atau berbuat baik (8) Bergaulah dengan orang sadhu.