Marliyana Marliyana
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Baitul Hikmah

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendidikan kesehatan tentang toilet training melalui audio visual terhadap pengetahuan ibu Marliyana Marliyana; Dian Mentari Putri; Sri Suharti
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 2 (2024): December Edition 2024
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i2.451

Abstract

Background: According to the national household health survey (SKRT), there are 75 million children in the toddler to preschool age who have difficulty controlling defecation and urination. One way to increase knowledge and change behavior is health education. Toilet training is an important part of child development, parents can teach children to control urination and defecation. Mothers should know how to do toilet training correctly so that their children can do it well. Audio visuals are used to provide information that is easier to receive. Purpose: To determine the application of audio visual health education on maternal knowledge. Method: This type of scientific paper is descriptive. The subjects used were 30 mothers who had children aged 1-3 years at Posyandu Mawar I Bandar Lampung. Results: Before being given health education, the level of maternal knowledge was 17 subjects (56.67%), the level of good knowledge was 13 subjects (43.33%). After being given health education, the level of maternal knowledge was good as many as 26 subjects (86.67%), the level of knowledge was sufficient as many as 4 subjects (13.33%). Conclusion: From the results of the study there was an increase in the percentage of knowledge categories from 43.33% to 86.67%. Keywords: Health Education; Knowledge; Toilet Training. Pendahuluan: Menurut survei kesehatan rumah tangga (SKRT) nasional, ada 75 juta anak di usia toddler hingga prasekolah yang mengalami kesulitan mengontrol BAB dan BAK. Salah satu cara untuk meningkatkan pengetahuan dan mengubah perilaku masyarakat adalah pendidikan kesehatan. Toilet training merupakan hal penting perkembangan anak, orang tua dapat mengajarkan anak-anak mengendalikan buang air kecil dan buang air besar. Ibu harus tahu bagaimana melakukan pelatihan toilet dengan benar agar anak-anaknya mampu melakukannya dengan baik. Audio visual digunakan untuk menyediakan informasi yang lebih mudah diterima. Tujuan: Untuk mengetahui penerapan pendidikan kesehatan audio visual terhadap pengetahuan ibu. Metode: Jenis karya tulis ilmiah ini adalah deskriptif. Subjek yang digunakan adalah 30 ibu yang mempunyai anak usia 1-3 tahun di Posyandu Mawar I Bandar Lampung. Hasil: Sebelum diberikan pendidikan kesehatan tingkat pengetahuan ibu cukup terdapat 17 subjek (56.67%), tingkat pengetahuan baik sebanyak 13 subjek (43.33%). Setelah diberikan pendidikan kesehatan tingkat pengetahuan ibu baik sebanyak 26 subjek (86.67%), tingkat pengetahuan cukup sebanyak 4 subjek (13.33%). Simpulan: Dari hasil penelitian terjadi peningkatan presentase kategori pengetahuan dari 43.33% menjadi 86.67%. Kata Kunci: Pendidikan Kesehatan; Pengetahuan; Toilet Training.
Hubungan Status Gizi Terhadap Kejadian Stunting Pada Balita Usia 2-5 Tahun di PAUD Kasih Bunda Bandar Lampung Suryadi Suryadi; Nurhayati Nurhayati; Marliyana Marliyana
JURNAL WACANA KESEHATAN Vol 11, No 1 (2026): Juli
Publisher : Universitas Dharma Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52822/jwk.v11i1.940

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dan berdampak pada pertumbuhan serta perkembangan anak usia dini. Penyebab stunting secara langsung akibat asupan gizi termasuk pola makan dan penyakit infeksi, penyebab tidak langsung yaitu ketahanan pangan, pola asuh termasuk perilaku hygiene, sanitasi lingkungan dan pelayanan kesehatan dan penyebab dasar yaitu Pendidikan, kemiskinan, disparitas, social budaya, pemerintaha dan politik.  Prevalensi stunting sebesar 19,8% pada tahun 2024, sesuai target WHO. Meskipun 1000 HPK menjadi fokus utama sebagian besar penelitian, anak usia 2-5 tahun tetap rentan mengalami stunting.Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara status gizi dan stunting pada anak prasekolah di PAUD Kasih Bunda Sumber Agung pada tahun 2025. Metodologi penelitian ini Adalah studi cross-sectional dilakukan pada 45 anak. Status gizi dievaluasi menggunakan indeks massa tubuh untuk usia (IMT/U) dan indikator dari KMS/KIA, sedangkan stunting diukur menggunakan tinggi badan untuk usia (TB/U). Data dianalisis menggunakan uji chi-square dan dilengkapi dengan Monte Carlo. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar anak memiliki status gizi baik (89%) dan tinggi badan normal (84,5%). Terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dan stunting (p < 0,05). Namun, beberapa anak dengan status gizi baik tetap mengalami stunting, yang mengindikasikan peran faktor lain di luar gizi.  Status gizi berhubungan signifikan dengan kejadian stunting pada anak prasekolah, sehingga diperlukan intervensi komprehensif yang mencakup aspek gizi dan faktor pendukung lainnya.Abstract: Stunting is still a public health problem in Indonesia and has an impact on early childhood growth and development. The direct causes of stunting due to nutritional intake include diet and infectious diseases, indirect causes, namely food security, parenting including hygiene behavior, environmental sanitation and health services, and basic causes, namely education, poverty, disparity, socio-cultural, government and politics.  The prevalence of stunting is 19.8% by 2024, according to the WHO target. Although 1000 HPK is the main focus of most studies, children aged 2-5 years are still vulnerable to stunting.The purpose of this study is to analyze the relationship between nutritional status and stunting in preschool children at PAUD mother’s love in Sumber Agung by 2025. The methodology of this study was  a cross-sectional study conducted on 45 children. Nutritional status was evaluated using body mass index for age (BMI/U) and indicators from KMS/KIA, while stunting was measured using height for age (TB/U). The data were analyzed using the chi-square test and were equipped with Monte Carlo. The results of the study found that most children have good nutritional status (89%) and normal height (84.5%). There was a significant relationship between nutritional status and stunting (p < 0.05). However, some children with good nutritional status still experience stunting, which indicates the role of other factors beyond nutrition.  Nutritional status is significantly related to the incidence of stunting in preschoolers, so a comprehensive intervention is needed that includes nutritional aspects and other supporting factors.