Marleni Marleni
Program Studi Sarjana Kebidanan, Institut Citra Internasional

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Factors Affecting the Perception of Insufficient Breast Milk Among Breastfeeding Mothers Maria Winny Inez; Marleni Marleni
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 9 (2025): December Edition
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i9.2114

Abstract

Background: The coverage of exclusive breastfeeding in Indonesia has not yet reached the national target of 80%, despite a gradual increase over recent years. One of the main barriers to successful exclusive breastfeeding is the Perception of Insufficient Breast Milk (PIM), a psychological condition in which mothers believe that their breast milk production is inadequate to meet their infants’ needs. Purpose: To analyze factors associated with the perception of insufficient breast milk among breastfeeding mothers. Metdod: This study employed a quantitative analytic design with a cross-sectional approach. A total of 63 breastfeeding mothers who met the inclusion criteria were selected using purposive sampling. Data were collected using a structured questionnaire and analyzed using the Chi-square test with a significance level of α = 0.05. Results: The results showed that 57.1% of respondents experienced the perception of insufficient breast milk. Significant associations were found between maternal knowledge (p = 0.004; POR = 4.750), employment status (p = 0.014; POR = 0.256), family support (p = 0.007; POR = 4.202), and exposure to formula milk (p = 0.031; POR = 3.520) with the perception of insufficient breast milk. Support from health workers was not significantly associated with this perception (p = 0.303). Conclusion: Poor maternal knowledge, maternal employment, low family support, and exposure to formula milk contribute to an increased perception of insufficient breast milk. Continuous breastfeeding education, optimal family involvement, and stricter supervision of formula milk promotion are essential to strengthen mothers’ confidence in breastfeeding and to improve exclusive breastfeeding achievement.
Upaya Peningkatan Pendidikan Kesehatan Kolik Infantil Pada Ibu Postpartum Nur Ain Desta Sulasdi; Marleni Marleni
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/j31t9077

Abstract

Tingginya tingkat stres dan depresi postpartum pada ibu berkorelasi dengan meningkatnya frekuensi menangis berlebihan pada bayi, yang secara klinis dapat muncul sebagai kolik bayi. Tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran mengenai kolik bayi, khususnya pada ibu postpartum. Metode metode KIE (Informasi, Edukasi, dan Komunikasi). Program dilaksanakan di Kelurahan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara, pada bulan Januari 2025, dengan melibatkan 35 ibu postpartum sebagai peserta. Materi KIE disampaikan secara terstruktur, membahas penyebab, gejala, serta upaya pencegahan kolik bayi. Penyampaian materi edukasi dilakukan melalui leaflet bergambar yang dibagikan setelah proses persalinan. Media ini dirancang agar mudah dipahami dan diakses oleh para ibu, sehingga dapat meningkatkan efektivitas intervensi. Evaluasi terhadap hasil kegiatan dilakukan melalui kuesioner sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan rata-rata skor pengetahuan peserta meningkat dari 35 sebelum intervensi menjadi 85 setelah sesi KIE. Peningkatan pengetahuan ini menunjukkan bahwa metode KIE efektif dalam meningkatkan kesadaran ibu postpartum mengenai kolik bayi. Diharapkan, melalui edukasi yang tepat, para ibu dapat lebih tanggap dalam mengenali tanda-tanda kolik yang sesuai dengan usia bayi dan dapat mengambil langkah pencegahan sedini mungkin. Dengan demikian, kejadian serta dampak kolik bayi dapat dikurangi, serta hubungan emosional antara ibu dan bayi dapat terjaga dengan baik