Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengkaji proses pembelajaran tiga dimensi menggunakan media tanah liat pada pembuatan vas bunga, asbak dan cobek-cobek, (2) mengkaji bentuk karya yang dihasilkan pada pembelajaran tiga dimensi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran tiga dimensi melalui media tanah liat pada siswa SDN 8 Palangga meliputi proses persiapan dan proses berkarya. Proses persiapan terdiri dari pembuatan program tahunan, program semester, RPP dan silabus. Proses berkarya dimulai dari penyiapan alat dan bahan kemudian dilanjutkan dengan proses berkaya tiga dimensi dan tahap terakhir yaitu menilai hasil karya siswa. Proses berkarya Seni tiga dimensi dengan menggunakan bahan tanah liat pada Siswa Kelas 2 SDN 8 Palangga. Siswa terlebih dahulu menyediakan alat dan bahan digunakan dalam membuat karya seni 3 dimensi, membuat adonan tanah liat agar mudah dibentuk menjadi karya 3 dimensi yang diiginkan, proses pembuatan karya seni tiga dimensi menggunakan tanah liat dilakukan berdasarkan arahan dari guru dengan tema karya yang telah ditentukan. Bentuk-bentuk karya Seni 3 dimensi yang dihasilkan menggunakan bahan tanah liat pada Siswa Kelas 2 SDN 8 Palangga sangat bervariasi, hal ini menunjukan bahwa siswa kelas 2 memiliki ide atau kreatifitas yang cukup bagus sehingga menghasilkan bermacam-macam bentuk karya seni berupa vas bunga, asbak dan cobe-cobe Hasil penilaian pembelajaran karya tiga dimensi menunjukkan bahwa siswa yang memperoleh nilai dengan kategori sangat baik yaitu sebanyak 3 orang siswa atau sebesar 20%, yang memperoleh nilai dengan kategori baik sebanyak 7 orang siswa sebesar 47%, yang memperoleh nilai dengan kategori cukup sebanyak 5 orang atau sebesar 33%. Pada penelitian ini tidak ditemukan siswa yang memperoleh nilai dengan kategori kurang. Faktor penghambat dalam penelitian ini adalah siswa tidak mampu untuk mengolah tanah liat menjadi sebuah karya seni di daerah tempat tinggal mereka di Kelurahan Palangga, selain itu faktor penghambat lainnya adalah tidak adanya guru khusus seni di SDN 8 Palangga terutama untuk kelas 2 sehingga guru seni budaya di sekolah tersebut adalah guru dari mata pelajaran umum.