Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas pembelajaran Tari Lulo dalam meningkatkan nilai persatuan siswa kelas V SD Negeri 2 Konda, Kabupaten Konawe Selatan. Nilai persatuan dipahami sebagai perilaku yang mencerminkan kerja sama, disiplin, kebanggaan terhadap budaya lokal, solidaritas, dan toleransi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one-group pretest-posttest berulang. Subjek penelitian adalah 18 siswa kelas V yang dipilih secara purposif sesuai kebutuhan penelitian tindakan pembelajaran di kelas. Data dikumpulkan melalui observasi berbasis rubrik dan dokumentasi kegiatan pembelajaran. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji-t berpasangan pada taraf signifikansi 0,05. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata nilai persatuan dari 66,00 pada pretest menjadi 71,22 pada posttest I, 75,94 pada posttest II, dan 81,22 pada posttest III. Ketuntasan klasikal meningkat dari 38,9% menjadi 100% pada pengukuran akhir. Uji-t berpasangan menunjukkan perbedaan signifikan antara pretest dan setiap posttest: posttest I (t = 6,410; p < 0,001), posttest II (t = 8,479; p < 0,001), dan posttest III (t = 8,571; p < 0,001). Temuan ini mengindikasikan bahwa Tari Lulo dapat menjadi media pembelajaran berbasis budaya lokal yang efektif untuk menguatkan nilai persatuan di sekolah dasar. Namun, karena penelitian tidak menggunakan kelompok kontrol, generalisasi hasil perlu dilakukan secara hati-hati.