Pengabdian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh warna dan tipografi dalam antarmuka aplikasi kesehatan terhadap tingkat kepatuhan pengguna lansia dalam menggunakan aplikasi secara rutin. Latar belakang Pengabdian didasarkan pada meningkatnya penggunaan teknologi kesehatan digital oleh kelompok usia lanjut, yang sering menghadapi hambatan visual dan kognitif dalam berinteraksi dengan antarmuka digital. Metode Pengabdian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi-experimental design). Sebanyak 60 responden lansia berusia 60–75 tahun dibagi ke dalam dua kelompok: kelompok kontrol menggunakan antarmuka standar, dan kelompok eksperimen menggunakan antarmuka dengan kontras warna tinggi, ukuran huruf lebih besar, serta tipografi sans-serif yang ramah lansia. Data dikumpulkan melalui observasi penggunaan aplikasi selama 8 minggu, kuesioner kepatuhan, serta pengukuran frekuensi akses dan penyelesaian fitur pengingat kesehatan. Hasil Pengabdian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mengalami peningkatan kepatuhan sebesar 27% dibandingkan kelompok kontrol. Warna dengan kontras tinggi (biru tua–putih dan hijau tua–krem) meningkatkan keterbacaan dan mengurangi kesalahan navigasi sebesar 32%, sementara penggunaan tipografi berukuran minimal 16–18 pt meningkatkan kecepatan pemahaman instruksi sebesar 25%. Analisis statistik uji t menunjukkan perbedaan signifikan (p < 0,05) antara kedua kelompok. Simpulan Pengabdian ini menegaskan bahwa pemilihan warna dan tipografi yang tepat secara signifikan memengaruhi kepatuhan lansia dalam menggunakan aplikasi kesehatan. Desain antarmuka yang ramah lansia tidak hanya meningkatkan kenyamanan visual, tetapi juga berkontribusi pada efektivitas pemantauan kesehatan berbasis digital.